Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan mencatat peningkatan kunjungan signifikan selama Ramadan 1447 Hijriah. Menjelang waktu berbuka puasa.
ratusan anak muda memadati gedung perpustakaan untuk mengisi waktu ngabuburit dengan kegiatan yang lebih produktif.
Berlokasi di Kota Banjarmasin, perpustakaan ini kini tak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang berkegiatan kreatif.
Mulai dari membaca buku, diskusi komunitas, mengerjakan tugas sekolah dan kuliah, hingga membuat konten edukatif untuk media sosial.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa tren ini menunjukkan meningkatnya minat literasi di kalangan generasi muda, khususnya selama bulan suci Ramadan.
“Ramadan menjadi momentum positif. Anak-anak muda memilih menghabiskan waktu menunggu berbuka dengan kegiatan yang bermanfaat. Kami juga menambah jam layanan serta menghadirkan program tematik Ramadan,” ujarnya.
Selama Ramadan 1447 H, pihak perpustakaan menghadirkan berbagai kegiatan seperti bedah buku islami, kelas menulis kreatif, lomba resensi, hingga tadarus bersama.
Area baca yang nyaman dan dilengkapi pendingin ruangan serta akses Wi-Fi gratis menjadi daya tarik tersendiri.
Salah satu pengunjung, Rahma (19), mengaku hampir setiap sore datang bersama teman-temannya. “Daripada ngabuburit di jalan tanpa tujuan, lebih baik ke perpustakaan. Bisa baca buku, diskusi, dan suasananya tenang,” katanya.
Fenomena ini pun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai mampu membentuk kebiasaan positif di kalangan remaja. Perpustakaan yang dulunya identik dengan suasana sepi kini justru menjadi ruang interaksi dan inspirasi.
Dengan antusiasme yang terus meningkat, Perpustakaan Kalsel berharap Ramadan tahun ini menjadi titik awal penguatan budaya literasi di Banua, sekaligus membuktikan bahwa ngabuburit tak melulu soal kuliner, tetapi juga bisa diisi dengan menambah wawasan dan mempererat kebersamaan.
Sumber : dailyretorika.id


