Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi (Rakor) awal tahun 2026 di Aula Dispersip Kalsel, Selasa (7/1/26).
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyatukan visi dan strategi seluruh bidang untuk meningkatkan efektivitas serta kualitas program kerja sepanjang tahun 2026.
Rakoor dipimpin langsung oleh Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni, dan diikuti seluruh kepala bidang beserta jajaran.
Forum ini menjadi ajang koordinasi internal guna memastikan pelaksanaan program perpustakaan dan kearsipan berjalan optimal serta selaras dengan target kinerja yang telah ditetapkan.
Dalam rapat tersebut, masing-masing bidang memaparkan rencana program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Selain paparan kegiatan rakor tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan evaluasi untuk mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan serta memaksimalkan capaian kinerja.
Sri Mawarni menekankan pentingnya sinergi dan soliditas seluruh pegawai dalam mendukung peningkatan kinerja organisasi, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap seluruh karyawan semakin solid dan memiliki semangat yang sama dalam meningkatkan kinerja. Sebagai pelayan publik, kita harus mampu mendorong perpustakaan dan kearsipan agar semakin maju dan berkembang,” ujarnya.
Selain membahas penguatan bidang kearsipan, Rakor awal tahun ini juga memberikan perhatian pada upaya peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat di Kalimantan Selatan.
Menurut Sri Mawarni, penguatan literasi menjadi salah satu fokus penting yang harus terus dikembangkan melalui program-program yang terarah dan berkelanjutan.
“Optimalisasi kinerja dan pelaksanaan program yang terencana diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan tingkat literasi masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Melalui Rakoor ini, Dispersip Kalsel berharap seluruh program kerja tahun 2026 dapat terlaksana secara efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan literasi dan pengelolaan kearsipan di daerah.
Sumber : informasibanjarmasin.com


