Wakil Ketua DPRD Kalsel: Hasil Karya ABK Harus Mendapat Perhatian dan Apresiasi Pemerintah Daerah

Anak berkebutuhan khusus (ABK), sebagaimana diatur dalam pasal 5 dan 28 Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003, telah mewajibkan para pengusaha besar untuk mempekerjakan sekurang-kurangnya 1 orang berkompeten dari kalangan difabel. Sayangnya, UU ketenagakerjaan tersebut dianggap kurang terimplementasi dengan baik, selain karena masih kurangnya kepedulian, juga karena masih minimnya keterampilan yang dimiliki ABK pasca menyelesaikan sekolahnya.

Didasari hal tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar sedaring lagi, bertajuk “Meningkatkan Keterampilan Kewirausahaan Anak Berkebutuhan Khusus Pasca Sekolah melalui Ecoprint,” yang menghadirkan Faizah Abdiah, S.Pd., pelaku usaha mikro kecil dan menengah, yang juga pemilik teras ecoprint di Kota Banjarbaru. Turut hadir sebagai pembicara utama dari unsur Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, M. Syaripuddin, SE., MAP.,dan Martha Krisna, ST., sebagai moderator, Kamis (17/09/2020).

Keterampilan ecoprint, yakni teknik memberi pola pada bahan atau kain dengan menggunakan bahan alami, dinilai tepat untuk ABK, selain karena hanya memerlukan modal yang sedikit, karya yang dihasilkan juga masih dinilai langka dan unik, serta ramah lingkungan, sehingga berpotensi bisa dikembangkan oleh para ABK. “Ecoprint yang saya pilih, yakni menggunakan teknik ponding, yaitu dengan cara diketuk, yang dinilai sesuai dengan karakteristik ABK,” papar Faizah Abdiah saat menyampaikan materinya.

Sementara pembicara utama, M. Syaripuddin menilai, inovasi pendidikan dengan pelatihan ecoprint, menjadi hal yang tepat dilakukan, agar dapat meningkatkan perekonomian dan menaikan pamor para ABK. “Karya seni yang dihasilkan ABK tentunya harus mendapat perhatian dan apresiasi pemerintah daerah, agar mengalami peningkatan dari segi produksi dan kreativitas,” papar M. Syaripuddin, Wakil Ketua DPRD Kalsel.

Sementara Sekretaris Dispersip Kalsel, Dr. M. Ramadhan, SE., ME., Ak., CA. menyatakan, bahwa kegiatan ini selaras dengan program pihaknya. “Kami akan membangun gedung layanan disabilitas dan anak berkebutuhan khusus dari dana alokasi khusus, yang telah disetujui pada tahun 2021, dan akan menjadi wadah berkegiatan bagi warga disabilitas serta ABK,” jelasnya.

Sedaring yang ke-14 ini diikuti 120 peserta melalui aplikasi zoom, dan disiarkan langsung lewat media sosial youtube.

jurnalkalimantan.com