Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Dispersip Kalsel Sediakan Ini

Tidak berdiam diri pada masa Pandemi Covid-19 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan bertransformasi melalui Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial tetap melakukan inovasi. Salah satunya adalah dengan menyediakan lokasi ruangan Pertunjukan lantunan Musik Panting hasil kolaborasi bersama Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin yang akan dilakukan secara daring Minggu malam (28/6/2020) mulai pukul 19.30 sampai 21.00 Wita. Kegiatan tersebut disiarkan secara live melalui Facebook Sanggar Banua, Instagram @SanggarSeniNuansaOfficial dan YouTube Sanggar Seni Nuansa Official.

Saat dikonfirmasi, Pembina Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin yang merupakan pemerhati seni budaya sekaligus seniman mamanda Kalsel, Arif Budiman mengatakan sanggar seni ini diisi oleh anak-anak muda dari tingkat SD, SMP, SMA dan mahasiswa. “Yang akan menjadi host pada acara ini adalah Mahasiswa FKIP ULM Jurusan Sendratasik, semua personelnya merupakan anggota Perpustakaan Provinsi Kalsel,” ucapnya, Sabtu (27/6/2020).

Terpisah Dra H Nurliani, MAP, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel mengatakan untuk mempromosikan perpustakaan tidak hanya melalui gemar membaca namun perpustakaan telah bertranformasi berbasis inklusi sosial dengan menjadi wadah berkegiatan bagi masyarakat dalam hal seni dan budaya. Ini sesuai dengan hasil kesepakatan Forum Rakernas Perpustakaan Februari 2020 dimana Bunda Nunung, panggilan akrabnya, menjadi salah satu Keynote Speaker. Ada pun sasaran strategis pembangunan perpustakaan di tahun 2020 adalah pertama terwujudnya Indonesia cerdas melalui gemar membaca.

Kedua, terwujudnya layanan prima perpustakaan dan ketiga, terwujudnya perpustakaan sebagai pelestari khazanah budaya bangsa. “Hal ini sinergi dengan salah satu misi Pemerintah Provinsi Kalsel yaitu Kalsel Cerdas yang menjadi pedoman Dispersip dalam melaksanakan program kegiatan,” jelasnya. Ditambahkannya, Perpustakaan menjadi salah satu alternatif unik untuk berkarya & berkreasi dengan dukungan desain interior ruangan yang menarik serta lingkungan yang nyaman untuk tempat berkegiatan baik siang maupun malam hari.

Dijelaskan Bunda Nunung dalam konteks program unggulan perpustakaan berupa transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial tidak lain bertujuan memberikan impact langsung bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup. “Hal ini sinergi dengan salah satu misi Pemerintah Provinsi Kalsel yaitu Kalsel Cerdas yang menjadi pedoman Dispersip dalam melaksanakan program kegiatan,” jelasnya. Ditambahkannya, Perpustakaan menjadi salah satu alternatif unik untuk berkarya & berkreasi dengan dukungan desain interior ruangan yang menarik serta lingkungan yang nyaman untuk tempat berkegiatan baik siang maupun malam hari.

Dijelaskan Bunda Nunung dalam konteks program unggulan perpustakaan berupa transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial tidak lain bertujuan memberikan impact langsung bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup. “Pengembangan asisten virtual yang cerdas dan membantu pemustaka mendapatkan kebutuhannya. Juga perlu dilakukan agar tetap menarik pemustaka dari generasi muda,” ucap Bunda Nunung. Untuk itu, perpustakaan tidak boleh berhenti berinovasi, kedepan, bisa menjadi tempat untuk menemukan pengalaman yang lebih kaya bagi pemustakanya.

Dengan menjadi perpustakaan inovatif, perpustakaan akan selalu hidup, memberikan pengalaman baru, dan menghasilkan nilai tambah bagi orang-orang di sekitarnya dan menjadi paru-paru pengetahuan di dunia pendidikan. “Perpustakaan sendiri bahkan juga bisa berinvestasi untuk menyediakan lingkungan (environment) untuk orang-orang yang ada di dunia pendidikan dalam menghasilkan konten-konten lokal, bentuknya digital atau apapun sehingga nanti orang-orang yang datang ke perpustakaan itu lebih kaya wawasannya,” tegasnya.

Perpustakaan kedepannya tidak hanya menjadi tempat berkumpul untuk membaca buku ataupun mencari informasi, namun perpustakaan dapat menjadi working space tempat munculnya inovasi-inovasi baru. Terakhir beliau menyimpulkan bahwa Perpustakaan juga dapat menjadi suatu virtual office. Dijelaskan Bunda Nunung, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat koleksi buku dan sumber referensi, namun sebagai sumber ilmu pengetahuan. “Saat ini perpustakaan berangsur menjadi tempat berinteraksi dengan komunitas sosial serta working space tempat tumbuhnya inovasi baru dan dengan harapan agar tumbuh generasi muda yang inovatif dan kreatif dalam berkegiatan yang positif,” pungkasnya.

banjarmasin.tribunnews.com