Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas, Dispersip Kalsel Gelar Sosialisasi Jabatan Fungsional Pustakawan

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), telah mendapat kepercayaan kembali dan perhatian dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), guna meningkatkan literasi di Banua, dengan menggelar Sosialisasi Jabatan Fungsional Pustakawan Kalsel, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Rabu (11/11/2020) kemarin.

Kegiatan ini, dihadiri sekitar 50 pustakawan dari kabupaten/kota se Kalsel, dan dibuka resmi Kepala Dispersip Kalsel, Hj.Nurlinani, M.AP., yang disampaikan oleh Sekretaris M. Ramadhan. Sosialisasi ini dilaksanakan, selain meningkatkan kompetensi pustakawan, juga untuk menjaring tenaga baru, agar dapat menambah jumlah pustakawan di Kalsel nantinya. Jadi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk merekrut para pustakawan baru

Diketahui saat ini, jumlah pustakawan di Kalsel hanya ada 111 orang, yang dinilai sangat kurang dan berbanding jauh dengan banyaknya jumlah perpustakaan. “ Jadi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk merekrut para pustakawan baru, sehingga lewat kegiatan tersebut, para pemerintah kabupaten/kota bisa mengajukan permohonan ke Badan Kepegawaian Daerah masing-masing, agar membuka formasi tenaga fungsional pustakawan, atau inpassing dari ASN,”ujar M. Ramadhan, Sekretaris Dispersip Kalsel, usai menyampaikan sambutan Kepala Dispersip Kalsel ini.

Dalam sosialisasi ini juga diterangkan, terkait peningkatan atau pengembangan karier seorang fungsional pustakawan, sesuai dengan prestasi dan potensi yang dimilikinya, agar dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat atau pelayanan terbaik.

Untuk mereka ini, kebanyakan adalah orang-orang baru diangkat dalam jabatan fungsional pustakawan. Ada yang pengangkatan baru, ada yang pengangkatan melalui inpassing, dan ada yang pengangkatan dari alih fungsi jabatan dari struktural ke fungsional. “Jadi ini hanya untuk pengembangan karier mereka, inilah yang kita sosialisasikan. Karena bagi seorang fungsional itu, untuk kenaikan pangkat dan jabatan mereka, nanti itu menggunakan angka kredit, itu lah yang kita jelaskan kepada mereka, bagaiamana supaya karier mereka ke depan bisa lebih baik lagi dilihat,”terang Dra. Adriati, M.Hum., Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI ini.

tajam.news