Tingkatkan Kompetensi Melalui Literasi, Dispersip Kalsel Berencana Hadirkan Menko PMK

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan berencana menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy pada talkshow virtual bertema “Literasi Meningkatkan Kompetensi SDM” tanggal 28 April mendatang.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan literasi di masyarakat perlu lebih dikembangkan, di antaranya dengan meningkatkan pengetahuan dan daya baca.

Dia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia bisa dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya dengan budaya membaca yang merupakan transfer ilmu pengetahuan untuk menghasilkan pemikiran yang produktif demi kemajuan masyarakat. “Meski kita di era pandemi COVID-19, kita tetap harus berinovasi dengan cara aman yakni melalui talkshow virtual. Kami juga mendapat kabar melalui protokoler Kemenko PMK bahwa InsyaAllah pak Menko PMK bisa ikut talkshow virtual yang dijadwalkan 28 April 2021,” kata Nurliani, Banjarmasin, Jumat (23/4/2021).

Tidak hanya menghadirkan Menko PMK, Dispersip Kalsel juga bakal menghadirkan narasumber lainnya seperti Wakil Ketua DPRD Kalsel, M Syaripuddin, serta Pj Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA. Gelaran talkshow virtual ke-27 Dispersip Kalsel ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Program Studi Sosiologi ULM Banjarmasin sekaligus penulis buku terkait kearifan lokal Kalsel, Setia Budhi.

Selaku moderator, Setia Budhi mengatakan inisiatif yang diambil Dispersip Kalsel membawa semangat dalam membangun literasi di Banua walaupun di tengah pandemi COVID-19, dengan tidak menjadikan pandemi sebagai halangan, melainkan tantangan. “Apalagi di tengah Pandemi COVID-19, terutama ketika generasi muda dan anak anak sekolah lebih banyak melakukan aktifitas di rumah, harusnya terjadi peningkatan minat membaca,” ujar Budhi melalui pesan singkat.

Selain itu, Dispersip Kalsel juga menjadi pendorong bagi perpustakaan, komunitas taman baca dan sekolah-sekolah untuk melakukan gerakan membaca secara virtual. “Ini penting terkait kualitas dan kuantitas dan ketersediaan buku bacaan. Di sisi lain dapat memacu tumbuhnya penulisan buku misalnya catatan pengalaman melakukan social distancing,” tukas Budhi.

Sumber:diskominfomc.kalselprov.go.id