Tingkatkan Kompetensi Literasi SDM, Dispersip Palnam Gandeng Kemenko PMK Gelar Talkshow Virtual ke 27

Sebagai negara maritim, idealnya Indonesia menjadi negara maju dan berdaya saing. Sayangnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) belum menunjukkan hal tersebut. Oleh karena itu, konsep pembangunan yang berkelanjutan dinilai harus melibatkan perpustakaan agar target SDM unggul bisa tercapai.

Pengembangan literasi di masyarakat perlu dikembangkan, diantaranya dengan melakukan peningkatan pengetahuan dan daya baca masyarakat. Hal ini karena pembangunan SDM itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan budaya membaca yang merupakan transfer ilmu pengetahuan untuk menghasilkan pemikiran yang produktif untuk kemajuan masyarakat.

Hal inilah yang menjadi topik dalam Talk Show Virtual, Literasi Meningkatkan Kompetensi SDM dalam rangka memperingati hari Buku Sedunia yang jatuh pada tanggal 23 April 2021 dan hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei, yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi kalimantan Selatan bekerja sama dengan Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (KemenkoPMK), Rabu (28/4/2021) di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan.

Virtual Talkshow dibuka Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan (Kadispersip) Dra Hj Nurliani M.AP biasa disapa Bunda Nunung. Dalam virtual tersebut, dirinya mengungkapkan, Dispersip Kalsel telah melaksanakan zoom meeting yang ke 27 kalinya selama masa pandemi covid 19, turut juga menghadirkan narasumber utama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Prof Dr Muhadjir Effend M.AP,  Dr Drs Safrizal ZA, M.Si, M Syaripuddin SE M.AP, beserta moderator Dr Setia Budhi, PhD, (akademisi dan budayawan) yang juga ketua Program Studi Sosiologi, dengan minat utama kajian ethnography.

Tanpa terasa setahun lebih pandemi melanda Negeri kita dan berbagai belahan dunia lainnya. Namun hal tersebut tidak lantas membuat Dispersip hanya berdiam diri tanpa melakukan apa-apa, justru situasi pandemi ini menuntut kita agar lebih kreatif dan inovatif serta adaptif. Jika sebelum Pandemi kami aktif menghadirkan langsung Penulis-penulis seperti Najwa Shihab,Nadia Mulya, Ahmad Fuadi, Dee Lestari, Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik), Asma Nadia, Prie Gs, Boy Candra , Pidi Baiq, Marcella Simon, Dr Gia, Maman Suherman ( Kang Maman), Faisal Oddang.

Setelah pandemi pun, walaupun tidak bisa dilaksanakan secara langsung dan hanya melalui virtual kami tetap terus aktif menghadirkan tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat Publik seperti Rektor ULM, Rektor UIN Banjarmasin, Kapolda Kalsel, Danrem 101 Antasari, kami juga tetap bisa menghadirkan penulis-penulis seperti Duta Baca Indonesia Najwa Shihab, Andy Asyril, Dr Gia, Habiburrahman El Shirazy, Faisal oddang, Ria Susan enes, dan para penulis Kalimantan Selatan sendiri hingga ke 26 kali, bebernya.

Tidak hanya tentang perpustakaan dan minat baca tetapi kami juga mengadakan webinar tentang kearsipan seperti Sosialisasi SE Menpan RB No 01 Tahun 2020 Tentang Penyelamatan Arsip Negara Periode 2014-2019 dan Arsip Penanganan Covid-19, Sosialisasi Penyelamatan Arsip lembaga Vertikal di Kalimantan Selatan, Sosialisai Penyelamatan Arsip Pemilu, Penyelamatan Arsip Pasca Bencana. Alhamdulillah kali ini kami bisa menghadirkan Bapak Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, serta Wakil Ketua DPRD Prov Kalsel bersanding bersama menjadi Narasumber. “Insyaallah kita akan terus konsisten melaksanakannya, walau hanya melalui virtual, Semoga lain waktu kita bisa menghadirkan Menpan RB sebagai Narasumber Webinar Kearsipan”, ujar Bunda Nunung.

Ia mengatakan, untuk menciptakan SDM unggul harus ada perubahan paradigma pada semua lini. Perpustakaan menawarkan formula dimana sumber daya alam yang merupakan modal dasar pembangunan dapat dikelola oleh kualitas SDM yang terbarukan. “Salah satunya, melalui program transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang melibatkan industri rumah tangga atau home industry. Pertanyaannya, kenapa angka pengangguran masih tinggi? Sebabnya, kurang melibatkan perpustakaan dalam pembangunan,” tegasnya.

Menurut Bunda Nunung, transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menjadi salah satu program utama Perpusnas melibatkan kemampuan literasi. Terlebih, literasi merupakan alat kecakapan hidup sebagai modal penting untuk bersaing. “Kita memerlukan anak-anak Indonesia yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan kemauan kolaboratif,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimatan, M Syaripuddin SE M.AP,  mengatakan “Literasi Meningkatkan Kompetensi SDM Pengembangan literasi pada masyarakat sangat penting untuk dikembangkan sebagai sebuah budaya dengan melakukan peningkatan pengetahuan dan daya baca masyarakat. Hal ini karena, literasi menjadi jalan utama dalam tujuan pendidikan guna mencerdaskan dan mensejahterakan anak bangsa sekaligus mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki pemikiran yang produktif sebagaimana pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa,” bebernya. “Saya pribadi kembali mengapresiasi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipa Provinsi Kalimantan Selatan, karena dengan keterbatasan anggaran di tahun 2020 dan 2021 namun dapat memperoleh predikat Indeks Pemabangunan Literasi Tertinggi di Indonesia”, ujar Bang Dhien sapaan akrabnya.

Beragam komentar dari para warganet di media sosial Hj Dra Nurliani Dardie M.AP Kadispersip Kalsel, misalnya, Drs Denny Kurniadi M.Hum Deputi Pengembangan Sumber Daya mengatakan, Program literasi dalam meningkatkan kompetensi SDM menjadi program yang diselenggarakan, baik ditingkat pusat maupun daerah. Dinas Perpustakaan dan kearsipan Prov Kalsel telah menginisiasi program ini, untuk tingkat daerah propinsi. Apresiasi dan penghargaan yang tinggi patut diberikan kepada kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan prop.Kalsel beserta jajarannya atas terselenggaranya kegiatan ini. Salam literasi

Husni Kamil, Sekretaris Ikapi DKI Jakarta, Pengertian Literasi yang umum adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Dengan literasi, kompetensi SDM akan semakin meningkat.
Apresiasi dan penghargaan yang tinggi harus disampaikan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Kalimantan Selatan di bawah komando Ibu Nunung, yang selalu semangat tinggi, yang telah membuat acara talkshow dengan tema “Literasi Meningkatkan Kompetensi SDM”. Semoga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Kalimantan Selatan terus membuat berbagai acara yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang literasi. Salam, ujarnya.

Ahmad Fuadi, wah hebat bu. selamat, pembicaranya Menko. “Dispersip Kalimantan Selatan di bawah komando Ibu Nunung ini energinya selalu beda. Inovasi demi inovasi sudah dibuat, menghadirkan beragam acara yang diisi penulis dan narasumber nasional bagi masyarakat Kalsel. Acara terbaru, Literasi Meningkatkan Kompetensi SDM yang menghadirkan Menko Muhadjir Effendy adalah terobosan terbaru tim Ibu Nunung. Pantas diapresiasi, ujar Ahmad Fuadi.

Bunda Nunung menambahkan, tidak hanya anak-anak milenial yang akan menjadi estafet penerus pembangunan, kalangan orang tua juga harus didorong agar turut memiliki kemampuan literasi yang setara dengan generasi penerus. “Orang tua kalau bisa malah mempunyai kemampuan multi literasi,” kata Bunda Nunung.

Terimakasih kepada Kepala BPSDMD Prov. Kalsel yang sudah berkenan memberikan izin dispensasi meninggalkan kelas sebentar namun saya masih tetap berada di lingkungan BPSDMD yaitu di ruangan diskusi 7 tidak jauh dari ruang perpustakaan yang ada di BPSDMD ini, untuk memberikan sambutan dimomen yang sangat special dan bersejarah ini, ungkap Bunda Nunung

Khususan Terimakasih kepada anak-anakku semua Staf Dispersip Prov Kalsel baik yang ada di Km. 6, Piere Tandean Banjarmasin, maupun dibidang Depo Arsip yang berkantor di Banjarbaru yang telah mempersiapkan Acara Talkshow Virtual sejak awal hingga yang ke 27 pada hari ini, ujar Bunda Nunung. “Kami berharap agar Kegiatan Talkshow Virtual ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi  kita semua. Pesan kami agar kita tetap menjaga Protokol Kesehatan. “Saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah Puasa semoga kita senantiasa diberikan kesehatan lahir dan bathin, dimudahkan segala urusan dan diselamatkan dunia akhirat,” pungkas Bunda Nunung.

liputan4.com