Tinggal di Hunjur Meratus, Anak-Anak Papagaran Berharap Punya Sekolah

Tur kemanusiaan membantu korban banjir mengantarkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel ke Kampung Papagaran di Patikalain. Di hunjur Pegunungan Meratus itu para staf Dispersip memberi hiburan literasi bagi anak-anak.

Meski ingin membawa buku ke atas bukit, namun rute yang menanjak di perbukitan membuat Dispersip harus meninggalkan mobil perpustakaan keliling. Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie hj Nunung mengatakan pihaknya tak gentar dengan medan yang terjal menuju ke puncak Meratus. “Selama kami bisa membawa kebahagiaan bagi anak-anak di sana,” ujarnya.

Setelah sampai di Papagaran, anak-anak rupanya telah menunggu. Ada 100-an anak dan pemuda yang antusias dengan hiburan literasi mendongeng atau story-telling dari Dispersip. Staf Dispersip menjadi badut yang membuat anak-anak ceria. Mereka juga diberi snack yang telah dibawa Dispersip. Nurliani merasa terkesan dengan antusias anak-anak di Kampung Papagaran. Apalagi banyak dari mereka yang putus sekolah karena tidak ada sekolah lanjutan yang tersedia.

Di Papagaran, hanya ada SD filial atau kelas jauh. Itupun hanya sampai kelas 3 SD. Jika anak-anak ingin melanjutkan sekolah, mereka harus menempuh jarak yang sangat jauh. “Jaraknya melewati beberapa buah gunung,” cerita Nurliani. Dia berharap pemerintah daerah bisa menfasilitasi anak-anak di Papagaran. “Mereka ingin sekali sekolah induk, bukan filial,” ucap Nurliani.

Dia sendiri mengatakan telah merekomendasikan seorang anak menikuti paket A.”Saya berbicara ini dengan babinsa setempat untuk memintanya,” ucapnya yang mengakui mengapresiasi dukungan TNI AD melalui Teritorial Makodim 1002 Barabai, A Riyanto dan Babinsa Patikalain, Sanu, yang telah mengawal tur selama sepekan penuh. Sepulang dari Papagaran, Dispersip masih menyempatkan menghibur anak-anak di dua desa yakni di Patikalain dan Murung B.

sumber:kalsel.prokal.co