Tindak Lanjuti Persetujuan Pemusnahan, Dispersip Kalsel Mulai Seleksi Arsip Sesuai Prosedur

Bulan Ramadhan tidak menghalangi eksistensi kinerja Tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan (Dispersip Prov Kalsel) yang dikomandoi oleh Kadispersip Kalsel, Dra Hj Nurliani, MAP.

Setelah menjalani berbagai macam kegiatan, Dispersip Kalsel menurut Bunda Nunung sapaan akrab Kadispersip Kalsel mengatakan, pihaknya kembali menindaklanjuti surat Gubernur Kalimantan Selatan tentang persetujuan pemusnahan arsip. Adapun data arsip tersebut, terdiri dari arsip usul permanen sebanyak 4.316 berkas dan arsip usul musnah sebanyak 7.147 berkas.

Arsip-arsip tersebut adalah arsip substantif dan fasilitatif dari lima SKPD Lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel atau disebut Pemprov Dati I Kalsel, diantaranya Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BP 7 dan Dinas Kesehatan. Nurliani mengungkapkan, rencana kegiatan pemusnahan fisik arsip tersebut digelar Mei 2021.

Lanjutnya, sembari menunggu turunnya rekomendasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), pihaknya sudah mulai menyeleksi arsip yang usul musnah. “Sebelumnya juga pernah dilakukan sekitar 2018, 2019, April 2020, November 2020 dan pemusnahan kembali dilakukan Mei 2021,” kata Nurliani.

Penyusutan terhadap arsip-arsip, menurut penjelasan orang nomor satu di Dispersip Kalimantan Selatan ini tidak sembarangan. Ada tahapan prosedur yang dilakukan, diantaranya arsip haruslah yang terlebih dahulu melalui verifikasi atau penilaian serta tidak memiliki nilai guna kesejarahan. “Tidak bisa sembarang musnahkan arsip dan hal tersebut juga tertuang dalam Pasal 86 UU No 43 Tahun 2009, pemusnahan arsip yang tidak sesuai prosedur akan kena sanksi pidana penjara 10 tahun,” ungkapnya.

“Bila ada arsip yang tidak dimusnahkan serta mempunyai nilai pertanggungjawaban pemerintah daerah maka menjadi bukti bersejarah di Kalsel,” sambungnya.

Dalam proses tersebut, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan, menyeleksi atau memilah arsip yang mana akan dimusnahkan di Depo Arsip Provinsi Kalsel di Banjarbaru. Ramadhan kali ini, Nurliani dan tim memilih memanfaatkan waktu seefektif dan semaksimalnya untuk persiapan pemusnahan arsip.

Sumber:banjarmasin.tribunnews.com