Tenaga Medis di Dispersip Jadi Sorotan Wakil Ketua DPRD Kalsel

Ketiadaan tenaga medis di Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel di tengah pandemi Covid-19, menjadi sorotan Wakil Ketua DPRD M Syarippudin. Pasalnya, perpustakaan merupakan pelayanan publik yang sering dikunjungi masyarakat. Karena itu bagaimana pihak dispersip menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 ini.

Politisi asal PDI-P mengungkapkan ketiadaan tenaga medis tersebut di sela kunjungannya ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Km 6, Rabu (3/6). Selama kunjungan dia disambut Kepala Dispersip, Hj Nurliani Dardie. Tak hanya sekedar berkeliling melihat fasilitas apa saja yang tersedia di dipersip, M Syarippudin juga membuat kartu anggota perpustakaan. “Pertama saya lihat, bagaimana dispersip menjalankan protokol kesehatan. Ketika naik ada pemeriksaan kesehatan dan lain sebagainya,” ucap Syaripuddin.

Untuk social distancing, lanjut Syaripuddin. dispersip juga sudah melakukan penataan jarak meja pada ruang baca. Namun satu hal yang belum ada, yaitu tenaga medis. “Saya sudah minta kepada kadispersip untuk disediakannya tenaga kesehatan. Karena ini menyangkut keselamatan semua. Tak hanya pengunjung, tetapi juga staf dispersip sendiri,” jelasnya.

Syaripuddin mengatakan akan mendukung program-program dispersip. Namun tidak pada tahun ini karena pandemi Covid-19. “Kita perlu juga apresiasi gubernur yang sudah begitu perhatian ke perpustakaan. Ini merupakan salah satu visi beliau dimasa jabatannya,” katanya.

Sementara Kadispersip Kalsel, Hj Nurliani, berjanji menindak lanjuti evaluasi yang diberikan Wakil Ketua DPRD Kalsel. “Kami akan menindak lanjuti, untuk menyediakan tenaga kesehatan beserta ruangannya juga. Karena untuk kepentingan bersama,” tandas Bunda Nunung, sapaan akrabnya.

banuapost.co.id