Tempuh Medan Menantang Tim Dispersip Palnam Kalsel Distribusikan Bantuan Peduli Bencana Alam

Nahas, kini Lia hanya tinggal seorang diri, yatim piatu. Kedua orang tua serta dua saudaranya dinyatakan tidak selamat ketika banjir bandang yang terjadi mulai Rabu, 13 Januari 2021.

Beruntung Lia berhasil diselamatkan warga setempat dalam timbunan tanah. Rumahnya beserta tiga unit rumah tetangganya sampai saat ini masih tertimbun tanah longsor, begitu pun satu balai adat masyarakat Dayak.

Dua jasad yakni, Ibunya, (Yanti) dan adik dari Lia, (Yanda) ditemukan tertimbun tanah longsor. Sementara jasad ayah dan kakaknya, Yansyah dan Doni belum ditemukan hingga kini.

Saat ini Lia diasuh oleh keluarganya. Dia tinggal di sebuah gubuk bersama kakek dan pamannya di Dusun Cabai Patikalain.

Nama Lia begitu ramai diposting di media sosial. Banyak yang bersimpati kepadanya.

Tak kalah menarik perhatian Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kalimantan Selatan dibawah komando Hj Dra Nurliani Dardie atau di sapa Bunda Nunung, Tim Dispersip Palnam Peduli dengan mengendarai sepeda motor trail Kodim 1002/Barabai bersama anggota mendatangi kediaman Lia, korban bencana banjir di HST, Kamis  (4/2).

Akses jalan menuju kediaman Lia yang dituju Bunda Nunung dan tim sudah bisa dilewati. Namun sebagian wilayah masih ada yang tertimbun longsor.

Melewati medan yang lumayan licin dan cukup menantang, Tim Dispersip Palnam Peduli, didampingi anggota Kodim 1002/Barabai menyalurkan bantuan ke Dusun Cabai Patikalain tempat Lia sekarang tinggal bersama keluarganya.

Sementara itu diakui keluarga Lia akibat banjir ini banyak warga terdampak dari sisi ekonomi. “Bantuan ini sangat membantu,” ucapnya.

Kami sangat berterima kasih kepada Tim Dispersip Palnam Peduli Kalsel yang sudah merespon cepat apa yang diminta warga yang terdampak banjir ” ucapnya.

Menurutnya, bantuan ini sangat membantu meringankan beban masyarakat.

“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Presiden Joko Widodo dan pak Gubernur terutama untuk warga terdampak banjir ,” terangnya.

Di tempat yang sama, Bunda Nunung mengajak seluruh umat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah musibah bencana alam yang terjadi di berbagai daerah.

“Saya memohon dan mengajak seluruh para pemimpin negeri ini dan para pemimpin yang ada di daerah untuk berdoa bermunajat memohon pertolongan Allah SWT dari cobaan yang ada saat ini, sehingga kita bisa diberikan jalan keluarnya oleh Allah SWT. Di tangan kuasanya tidak ada sesuatu yang mustahil bagi Allah SWT. Semuanya dari Allah SWT dan kembali pada-Nya, ” tutur nya.

Sementara itu Bunda Nunung mengatakan bukan hanya bantuan berbagai kebutuhan pokok, Tim Dispersip Palnam Peduli bersama Pusling Perpusnas juga membawa buku dongeng dan para penghibur anak-anak korban banjir untuk memberikan trauma healing. Selama bencana banjir, Tim Palnam peduli juga tercatat sebagai SKPD teraktif terjun ke lapangan menyalurkan bantuan.

Bantuan kemanusian yang diberikan ini merupakan bentuk kepedulian Dispersip Palnam Peduli kepada warga yang terdampak musibah banjir dan longsor.

“Semoga apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat meringankan beban kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah dan diberikan kekuatan untuk kembali bangkit,” tegas Bunda Nunung

“Sehingga niat tim Dispersip Palnam Peduli dalam kegiatan ini tidak sia-sia,” pungkas Bunda Nunung.

Sumber : liputan4.com