Talkshow Virtual Bersama Faisal Oddang, Begini Rangkaian Berjalannya Acara

Seperti dijadwalkan sebelumnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Selatan menggelar Talkshow Virtual Bersama Faisal Oddang.  Materi dalam talkshow ini bertema tentang teknis penulisan karya fiksi (Cerpen dan Novel), Senin, 3 Agustus 2020.

Menurut Kepala Dispersip Kalsel Hj Nurliani Dardie, meski sedang pandemi covid 19, kegiatan seperti ini harus tetap dilaksanakan agar literasi masyarakat Banua Kalimantan Selatan dan daerah lainnya tetap berjalan dinamis. “Meski di tengah pandemi covid -19, semangat literasi harus tetap jalan dengan berbagai cara contohnya sekarang ini, dila.

Tanpa Kalian, Perpus Palnam Tak Seramai Ini.

Dalam sambutannya, Nurliani Dardie menyampaikan ucapan terimakasih kepada Faisal Oddang selaku pemateri, dan Harie Insani Putra sebagai moderator dan semua insan pers yang telah memublikasikan agenda kegiatan Perpus Palnam. Tak lupa pula ucapan terimakasih ia sampaikan kepada semua pihak yang telah turut mensukseskan kegiatan. “Terimakasih kepada Faisal Oddang yang telah bersedia jadi pemateri hari ini, dan Harie Insani Putra berkenan menjadi Moderator, termasuk semua insan pers yang telah membantu memublikasikan kegiatan ini. Tanpa kalian, perpus palnam tak seramai ini dan kegiatan akan sepi karena tidak diketahui orang banyak. Tak lupa, terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujarnya bersemangat.

Tips Menulis Fiksi Ala Faisal Oddang 

Dari Kampung Halaman di Makasar, Faisal Oddang memaparkan presentasinya tentang teknis penulisan fiksi melalui aplikasi Zoom yang difasilitasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kalimantan Selatan.

“Untuk penulis pemula, ada pengetahuan standar yang harus diketahui seperti membuat tema, menyusun plot dan menciptakan karakter tokoh,” ujarnya mengawali materi yang disampaikan.

Lebih jauh, menurut Faisal Oddang, “plot atau alur secara sederhana merupakan wujud dari upaya penulis menggerakkan ceritanya—alur dibentuk oleh adegan demi adegan, semetara itu, adegan memiliki formula yang saya istilahkan sebagai formula KKK,” ujarnya. “KKK itu maksudnya adalah, Kejadian, Konflik, Konklusi,” imbuh Faisal Oddang.

Dalam kesempatan tersebut, Faisal Oddang mencontohkan kepada peserta Talskhow Virtual dalam penggunaan formula KKK. Yakni adalah:

  • Kejadian: seseorang ingin membangun rumah
  • Konflik: dia tidak memiliki cukup uang
  • Konklusi: seseorang itu menjadi perampok bank.

Selanjutnya, untuk mengembangkan adegan demi adegan, bisa dilakukan dengan memunculkan peristwa atau hal baru yang belum muncul sebelumnya; situasi baru; rahasia baru; sekutu baru; musuh baru; cinta baru; masalah baru yang lebih besar; dan ‘alat’ baru untuk menghadapi semua itu.

Materi yang tak kalah penting adalah tentang dasar penyuntingan Swasunting sebelum karya tulis dikirim ke pihak penerbit.  Menurut Faisal Oddang, seorang penulis setelah menyelesaikan tulisannya, perlu melakukan swasunting terlebih dahulu. Dasar penyuntingan ini bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Developmental edit (mengedit konten dan kesinambungan cerita)
  2. Line edit (menyunting paragraf, gaya, flow)
  3. Copy edit (mengedit kalimat, tanda baca, typo).

Dalam Closing Statementnya, Faisal Oddang menyampaikan bahwa setiap diri kita punya tabungan cerita yang bisa dijadikan bahan tulisan. Tabungan cerita tersebut bisa bersumber dari pengalaman pribadi atau mendengar dari orang lain atau juga dari hasil pengamatan. “Bermodal tabungan tadi, saya yakin kita semua bisa menulis cerita, hanya tinggal memperdalam teknik penulisan ceritanya saja,” pungkas Faisal Oddang.

Antusia 412 Peserta Terdaftar

Acara yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut dengan jumlah peserta terdaftar 412 orang terlihat sangat antusias. Terbukti dari banyaknya pertanyaan yang masuk menindaklanjuti teknis penulisan yang sebelumnya disampaikan pemateri. Dari 412 peserta terdaftar, mereka ada yang berasal dari Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, Sumatera, Bali, Jawa Timur, dan Kalsel sendiri. “Ada banyak pertanyaan yang masuk baik dari aplikasi Zoom dan kawan-kawan yang nonton via livenya di Youtube,” ujar Harie Insani Putra selaku moderator.

Menurutnya, karena keterbatasan waktu, tak semua pertanyaan sempat dibacakan. “Tidak semuanya bisa saya bacakan saat acara berlangsung, namun Faisal Oddang bersedia mengakomodir pertanyaan kawan-kawan via email dan akun instagramnya. Jadi buat kawan-kawan yang ingin bertanya soal kiat penulisan fiksi bisa bertanya langsung kepada Faisal Oddang,” sambung Harie yang saat ini menjadi Ketua Redaksi banaranmedia.com.

Dari beragamnya pertanyaan yang masuk, menurut Harie justru bisa menambah pengetahuan dan wawasan peserta lainnya. “Ada beberapa pertanyaan yang bersifat teknis namun ada juga yang perlu dijawab dalam bentuk motivasi. Misalnya, ada peserta yang menanyakan kehilangan motivasi menulis dan bagaimana agar bisa termotivasi kembali,” terang Harie.

Closing Statement, Hj Nurliani Dardie Menangis Terisak. Kepala Dispersip Kalsel, Hj Nurliani Dardie (bunda Nunung) saat menyampaikan closing statement sempat menangis terisak karena teringat dengan Agustina Thamrin seorang Penyair Banjarbaru yang telah memperkenalkan dirinya dengan Faisal Oddang di Seminar Internasional di Denpasar.

Bagi Bunda Nunung, Agustina Thamrin adalah seorang sahabat yang sering memberikan masukan dan saran untuk memajukan Perpustakaan Palnam. “Dia adalah seorang sahabat dan semoga arwah Agustina Thamrin tenang di alam sana,” ucapnya terisak sesaat dan mengundang haru partisipan dalam acara Talkshow Virtual bersama Faisal Oddang.

banaranmedia.com