Talk Show Virtual Dispersip Kalsel Teratai Bunga Rawa Sejuta Pesona, Hadirkan Tiga Srikandi Rawa

Beda dengan sebelumnya, Talkshow Virtual diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel mengangkat tema Teratai, Bunga Rawa Sejuta Pesona oleh 3 Srikandi Rawa, kemarin. Sebagai nara sumber di acara itu, Dr Ir Rita Khairina, M.P, dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan ULM, Nur Ismuhajaroh, S.P., M.P, dosen Program Studi Agronomi Faperta ULM dan Mahasiswa S3 Faperta UGM dan Dr Yuspihana Fitrial, S.PI., M.SI, Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan ULM. Selaku moderator, Nove Arisandi, S.P., M.P sekaligus praktisi Pertanian.

Menurut Kepala Dispersip Kalsel Hj Nurliani Dardie, Kalimantan Selatan memiliki potensi lahan rawa yang sangat menjanjikan baik rawa pasang surut maupun rawa lebak. Salah satu sumber daya alam lahan rawa yang belum dimanfaatkan secara optimal yaitu tanaman teratai. Padahal teratai adalah bunga rawa sejuta pesona. Tanaman air jenis teratai mempunyai tampilan khas dan jenisnya sangat beragam. Saat ini masyarakat Kalsel Hanya memanfaatkan bijinya saja.

Biji Talipuk sebutan akrab tanaman teratai oleh warga Hulu Sunga Utara (Amuntai) dapat dimanfaatkan sebagai tepung maupun bahan baku pembuatan makanan khas Banar yaitu Bipang Talipuk.”Oleh karenanya kami menghadirkan  3 Srikandi Rawa di Talkshow Virtual  kali ini yang merupakan keterlibatan Perpuspalnam dalam mensukseskan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial,” ungkap bunda Nunung, panggilan akrabnya, Selasa (8/9/2020)

Dia menambahkan, hari ini Dispersip Kalsel melaksanakan Talkshow Virtual yang ke 11 kalinya dengan Tema Teratai Bunga Rawa Sejuta Pesona.  Dimulai dengan Dr Gia Pratama, Najwa Shihab, Ria Enes dan Boneka Susan, Faisal Oddang, Habiburrahman El Shirazy ( Kang Abik ), Tatarang Tangguk : Masa depan Paribasa Banjar, Kelola Tanaman dengan Cinta, Peluncuran dan diskusi buku Masjid-Masjid Bersejarah di Kalimantan Selatan, Tren Dekorasi Ruangan dengan Serat Alami dan kemaren Sosialisasi Penyelamatan dan Pelestarian Arsip Negara Periode 2014-2019 serta Arsip Penanganan Covid-19. “Tidak berhenti sampai disini InsyaAllah kami rutin mengadakan kegiatan Talkshow Virtual antara lain yang sudah terjadwal dengan Tema Jalan Tengah: Renungan Budaya dan Politik di Era Ekstrem tanggal 8 September dan esok harinya Sumber Daya Genetik (SDG) Tanaman Lokal,” katanya.

Selanjutnya, kata Bunda Nunung, Pekarangan Rumah Sumber Gizi Keluarga 19 September dan masih banyak lagi. Pastikan anda memfollow Instagram Kami @Perpuspalnam dan Like, Comment and subscribe channel youtube kami Dispersip Prov kalsel.

Pandemi COVID-19 membuat kegiatan masyarakat menjadi terbatas, seiring dengan imbauan untuk berdiam diri dirumah jika tidak ada urusan mendesak. Tapi ketidak leluasaan beraktivitas bukan alasan untuk berhenti berinovasi, malah bisa membuka peluang untuk mengembangkan diri. “Sesungguhnya inilah yang disebut kreativitas, bisa menghasilkan karya dalam kondisi serba terbatas dengan hasil bagus,” ucapnya.

Dijelaskannya, Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan Hak Asasi Manusia.

Salah seorang peserta btalk mengatakan dari acara itu banyak manfaat yang bisa kita dapat dari Talkshow ini . “Saya baru mengetahui perbedaan Lotus dan Teratai yang semula saya kira sama.
Ternyata teratai yang di bahas di sini itu biasa saya menyebut nya Talipuk / Tanding,” tandasnya.

Ditambahkannya, setelah mengikuti Talkshow ini saya baru menyadari betapa besar potensi Alam Banua, khusus nya Teratai yang banyak tumbuh diperairan rawa Kasel seperti HSU, HST, HSS dak Kabupaten Banjar. “Teratai  Bunga Sejuta Pesona bisa di jadikan sebagai pangan Fungsional, bermanfaat untuk kesehatan dan Farmakologi juga,” pungkasnya.

banjarmasin.tribunnews.com