Talk Show Secara Daring: Makin Sehat dan Produktif di Era Kenormalan Baru

Tiada henti untuk berbagi ilmu dan berkarya, hal ini dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel. Kali ini, Dispersip menyelenggarakan talk show secara daring via Zoom pada Minggu (21/6/2020) pagi. Talk show menghadirkan pembicara dr. Gia Pratama yang pernah bertandang ke Dispersip Kalsel. Aacara ini diselenggarakan berkat kolaborasi Dinas Dispersip Kalsel dan Penerbit Mizan.

Dalam sambutannya, Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie menyampaikan, pandemi Covid-19 membuat kegiatan masyarakat jadi terbatas. Dengan aturan PSBB dan relaksasi PSBB memaksa masyarakat untuk banyak, beraktivitas, bekerja dan belajar dirumah kecuali hal penting yang memang harus dilakukan di luar rumah.

Hal tersebut bukan menjadi alasan untuk berhenti berinovasi dan memungkinkan dapat mengembangkan diri. Dia menambahkan, perubahan perilaku di era pandemi Covid-19 memaksa Perpustakaan untuk berbenah dalam upaya membantu pemulihan sosial dan ekonomi. “Hari ini Dispersip Kalsel berperan mempromosikan preventif dan promotif terhadap Pandemi Covid-19 melalui daring dengan menghadirkan dr. Gia Pratama yang bergelut di bidang kesehatan sekaligus penulis buku,” kata Bunda Nunung, sapaan akrabnya.

Mantan Kepala Perpustakaan Kota Banjarbaru ini menambahkan, hal-hal tersebut akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang literasi kesehatan dan menjadikan perpustakaan sebagai ruang public untuk berbagi pengalaman. Seperti belajar secara kontekstual, berlatih keterampilan dan kecakapan untuk masyarakat di masa pandemi ini. “Inilah kreativitas Dispersip yang bisa menghasilkan karya dalam kondisi serba terbatas dengan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat,” lugas Bunda Nunung.

Dalam paparannya dr. Gia Pratama dengan pakaian dokter di instalasi gawat darurat (IGD) seolah memberikan meyakinkan bahwa beliau memang dokter yang menangani berbagai macam jenis penyakit karena pintu masuk pasien adalah di IGD. dr. Gia menyampaikan berbagai macam cara pencegahan agar terhindar dari paparan Covid-19 sampai dengan ciri-ciri orang dengan gejala Covid-19. Baik yang sudah PDP (pasien dalam pengawasan) maupun OTG (orang tanpa gejala) dan yang perlu diperhatikan bahwa yang OTG pun secara tidak sadar paru-paru yang bersangkutan sudah terpapar dan rusak walaupun tanpa disadari oleh yang bersangkutan.

Oleh sebab itu dr. Gia selalu menyarankan agar tetap menjaga PHBS (pola hidup bersih dan sehat), seperti sering-sering cuci tangan pakai sabun, memakai Masker bila keluar rumah, istirahat yang cukup dan rajin berolahraga yang direkomendasikan. “Saya menyampaikan salam dan terima kasih kepada Dispersip Kalsel. Saya sangat rindu dan ingin ke Banjarmasin dengan kulinernya yang khas terutama ikan patin bakar,” kata dr. Gia.

Talk show ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta secara daring dari berbagai latar belakang. Seperti Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota di Kalsel, pustakawan, masyarakat umum. Termasuk pejabat dan staf lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Martapura Kalsel, dari penggemar Dr. Gia dari Makassar yang sempat mengajukan pertanyaan melalui chat. Begitu pula Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan yang mengajukan beberapa pertanyaan seputar Covid-19.

Talk show via daring ini baru pertama kali dilaksanakan oleh Dispersip Kalsel dan akan menjadi role model untuk kegiatan Talk Show On line berikutnya. Nantinya Dispersip Kalsel akan menghadirkan narasumber dan pembicara yang kompeten untuk meningkatkan literasi kesehatan, pendidikan, perpustakaan dan kearsipan maupun literasi ekonomi di masa yang akan datang. “Agar tetap produktif dan bermanfaat bagi masyarakat di Kalsel khususunya dan Indonesia pada umumnya,” pungkas Bunda Nunung.

Kanalkalimantan.com