Sudah Minat Baca Rendah, Sebagian Besar Masyarakat Indonesia Lebih Suka Gibah

Pada Seminar dalam jaringan (sedaring) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menghadirkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalsel, Irjen. Pol. Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum., dipaparkan bahwa peningkatan minat baca dan promosi literasi, merupakan modal masa depan untuk kemajuan bangsa.

“Mahal memang, karena bagi saya itu sebuah investasi masa depan. Dengan membaca, itu bekal masa depan, sehingga lebih banyak mendapat pengetahuan, daya analisa, dan daya pahamnya pun jadi makin tajam,” ucapnya, Selasa (06/04/2021)

Ditambahkannya, minat baca di Indonesia masih tergolong rendah, karena berdasarkan riset Programme for International Student Assessment (PISA) pada 2018, Indonesia berada di posisi 74 dari 78 negara, dengan skor 371.

“Dibandingkan dengan negara-negara Asia, Amerika maupun Inggris, kita masih di bawah sekali. Malah minat gibah yang luar biasa,” ungkapnya.

Menurut Kapolda, salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi hal ini, adalah meningkatkan peran orang tua dalam mengenalkan buku dan mendorong minat baca kepada anak-anaknya.

“Salah satu indikator untuk negara semakin maju, harus memiliki masyarakat yang cerdas, agar dapat bersaing di era global sekarang ini, hingga dapat menyaring berita-berita hoaks,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kalsel, Hj. Nurliani mengungkapkan, upaya peningkatan kecerdasan literasi memerlukan sinergi dari semua pihak.

“Untuk itu, kami selalu berupaya berkolaborasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pihak kepolisian atau TNI,” tandasnya.

Bincang daring yang dilaksanakan Dispersip Kalsel ini merupakan gelaran yang ke-25 di masa pandemi, yang kali ini dihadiri ratusan peserta.

Jurnalkalimantan.com