Silahkan Baca, Karya Penulis Banua Sudah Banyak di Aplikasi iKalsel Dispersip Kalsel

Pada musim pendemi seperti sekarang, kehadiran iKalsel yang diluncurkan sejak dua tahun lalu kini kian terasa manfaatnya dan kegunaannya. Masyarakat yang misalnya enggan ke luar rumah dengan mudah bisa mengakses iKalsel untuk mengisi waktu luangnya. Karena bahan bacaan yang tersedia disana semakin bervariatif dan bagus untuk dibaca.

Untuk itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) provinsi Kalimantan Selatan kali ini, mulai menambahkan karya penulis banua ke dalam aplikasi iKalsel. “Jadi aplikasi ini sudah diluncurkan tahun 2018 lalu dan dilaunching langsung oleh Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor. Untuk memperkaya koleksi iKalsel, baru-baru tadi kami mengapload e-book karya-karya penulis banua,”ujar Kepala Dispersip Kalsel, Hj. Nurliani, M.AP. kepada tajam.news, Senin (24/8)

Aplikasi ini sudah diluncurkan tahun 2018 lalu dan dilaunching langsung oleh Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor

Ia menyebutkan buku yang dimaksud bacaan di aplikasinya yakni Aneka Kuliner Khas Kalimantan Selatan karya Rita Khairina, Banjarbaru Sejarah, Pesona, Potensi karya Randu Alamsyah, Antologi Puisi Terus Melangkah karya Agustina Thamrin, dan Mozaik Sejarah Banjar dan Masjid-Masjid Bersejarah di Kalimantan Selatan karya Aliansyah Jumbawuya – Ahmad Barjie. “Kedepannya, insya Allah lebih banyak lagi karya-karya penulis banua lain yang akan kita fasilitasi untuk dipublikasikan di aplikasi iKalsel. Di antaranya, Sainul Hermawan, seorang sastrawan sekaligus dosen FKIP Universitas Lambung Mangkurat sudah menyatakan kesediaannya menyerahkan beberapa karyanya untuk ditayangkan di aplikasi iKalsel dan Buku “Tatarang Tangguk Masa Depan Paribahasa Banjar” karya Noorholis Majid yang seorang penulis sekaligus Ketua Ombudsman sudah menyatakan kesediaannya juga,” jelasnya.

Kemudian, Bunda Nunung Panggilan akrabnya Kepala Dispersip Kalsel ini menambahkan juga, pihaknya sudah dua kali mengadakan sosialisasi Undang-undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Rekam dengan mengundang para penulis dan penerbit dari 13 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan. Di situ ada kewajiban penulis/penerbit untuk menyerahkan 2 eksemplar karya mereka ke perpustakaan provinsi maupun pusat. Tujuannya, tiada lain agar karya mereka terpelihara di bagian deposit. “Biasanya para peneliti atau mahasiswa yang ingin membuat skripsi sering datang ke bagian deposit ini. Kebanyakan yang mereka cari adalah buku-buku lokalitas Kalimantan Selatan yang susah dicari di luar,”tambahnya.

Dengan demikian, Kita mengharapkan kesadaran penulis-penulis Kalsel untuk menyerahkan karya mereka, sehingga ketika dipublikasikan di aplikasi iKalsel semakin memudahkan calon pembaca untuk
mengakses dan mengambil manfaatnya.

Adapun buku karya penulis banua kalsel buku-buku mereka ini selain dibaca ditempat atau di pinjam di Perpustakaan Palnam bisa juga di pinjam lewat aplikasi ikalsel dari rumah saja.

tajam.news