Siapkan Webinar Anti Narkoba, Tim Palnam Kunjungi BNN Kalsel dan Ditresnarkoba

Momen menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalsel dan Ditresnarkoba Polda Kalsel bakal menggelar webinar Anti Narkotika Internasional 2021. Tim Dispersip Kalsel berkunjung ke kantor BNN Kalsel diterima Kepala BNN Kalsel Brigjen Pol Drs Jackson Lapalonga, Senin (7/6/2021).

Rencana webinar ke-28 dalam rangka memperingati HANI tahun 2021 menurut Kadsipersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie sebagai bentuk dedikasi dan kontribusi pihaknya kepada bangsa. “Kami berharap webinar ini bisa memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas, terutama mengenai bahaya narkoba” kata Kadispersip.

Menurut Kadispersip di tengah pandemi Covid-19, tingkat konsumsi narkotika, psikotropika, dan obat terlarang justru meningkat. Terlebih, informasi yang didapatnya pengguna narkoba masih berusia muda dan termasuk kelompok usia produktif. “Timbul spekulasi kondisi ini karena banyaknya orang stres akibat kegiatan bisnis yang tidak aktif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kalsel Brigjen Pol Drs Jackson Lapalonga mengakui penyalahgunaan narkotika menjadi permasalahan serius. Terutama yang melibatkan generasi milenial. Untuk itu, guna mewujudkan SDM unggul dan tangguh membutuhkan perhatian khusus sedini mungkin.

Gagasan utama menjadikan generasi milenial sebagai generasi unggul, adalah membangun etos kerja produktif, terampil, kreatif, disiplin, dan profesional. “Caranya membebaskan mereka dari narkotika” kata jendral bintang satu ini. “Saya memberikan apresiasi kepada ibu dan para jajaran Dispersip Kalsel, saya awalnya kaget dan bangga bahwa permasalahan Narkoba ini juga menjadi konsep dari pada kegiatan dinas yang dipimpin ibu Nunung,” aku Brigjen Pol Jackson.

“Sehingga kita selalu mengajak bersinergi bersama semua pihak, karena ini adalah permasalahan bangsa dari generasi ke generasi, dan saya mengapresiasi bahwa pejabat seperti ibu mau peduli tentang narkoba,” tegas Brigjen Pol Jackson Lapalonga.

Di tempat terpisah, setelah ke BNN Kalsel, tim Dispersip Kalsel berjunjung ke Ditresnarkoba Polda Kalsel diterima Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Tri Wahyudi.

Kombes Pol Tri Wahyudi mengatakan, orangtua perlu mendampingi perkembangan anak untuk menyatakan sikap anti penyalahgunaan barang-barang haram tersebut. “Untuk pembinaan ketahanan keluarga, orangtua dilatih untuk merubah perilaku anak menjadi lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimatan M Ramadhan membeberkan, masalah narkotika adalah masalah bangsa, menjadi tanggung jawab semua pihak untuk mencegah penyalahgunaanya. “Semua elemen harus terlibat memberantas penyakit yang bisa merusak masa depan anak-anak bangsa,” paparnya.

“Kami juga berharap dalam situasi ini kita harus terus bergerak proaktif dan siap mendukung kinerja BNNP Kalsel dan Ditresnarkoba Kalsel dalam memerangi dan memutus mata rantai peredaran gelap narkoba di Provinsi Kalimatan Selatan ini,” katanya.

Sumber:www.kanalkalimantan.com