Setelah Tutup 105 Hari, Perpus Palnam dan Tendean Kini Mulai ‘Menggeliat’ Lagi

Perpustakaan Palnam dan Perpustakaan Tendean di bawah pengelolaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan secara resmi kembali beroperasi pada Senin (6/7/2020). Kendati baru dibuka, antusiasme pemustaka dalam menyambut dibukanya kembali layanan perpustakaan cukup tinggi.

Hal ini terbukti kunjungan pada hari senin tanggal 6 Juli 2020 layanan baca dan pinjam buku di Perpustakaan Palnam dan Perpustakaan Tendean telah dikunjungi sebanyak 75 pemustaka. Salah satunya adalah Rekma Fitriana.

Pekerja sosial di Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan mengaku terkejut saat perpustakaan dinyatakan ditutup beberapa waktu lalu. “Karena di Perpustakaan Palnam banyak referensi yang bisa ia baca, tapi karena terhambat adanya pandemi Covid-19. Sehingga dengan keadaan seperti itu, tidak memungkinkan baginya untuk belajar dan membaca di Perpustakaan Palnam. “Setelah dibukanya kembali Perpustakaan Palnam, saya sangat antusias sekali untuk belajar dan mengerjakan tugas di sini,” katanya.

Sementara itu, Staf Pelayanan Perpustakaan Palnam Husnul Khatimah mengungkapkan, perpustakaan telah menerapkan protokol kesehatan dengan mengecek suhu tubuh pengunjung, mewajibkan mencuci tangan pada wastafel yang telah disediakan, mewajibkan memakai masker, serta menjaga jarak. “Pengunjung juga hanya dipersilakan duduk dan membaca tanpa harus mencari buku langsung ke rak buku agar buku di rak tidak banyak tangan yang menyentuhnya dan kami staf pelayanan yang berkewajiban mencari buku tersebut,” tuturnya.

Seperti diketahui, pembukaan layanan perpustakaan ini direalisasikan setelah surat permohonan pembukaan layanan perpustakaan sesuai protokol Covid-19 kepada Sekdaprov Kalsel sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel telah dikabulkan.

Kendati demikian, pengunjung perpustakaan pun dibatasi jumlahnya. Yaitu hanya 100 orang per hari dan waktu berkunjung hanya selama 6 jam pada hari Senin hingga Kamis. Sedangkan di hari Jumat, layanan perpustakaan hanya dibuka selama 2,5 jam saja. Meski dibatasi dengan jumlah 100 orang pengunjung saja setiap hari serta jam berkunjung, Kepala Dispersip Kalsel Dra. Hj. Nurliani Dardie, MAP tetap berharap agar para pengunjung tetap mentaati peraturan protokol kesehatan. Sehingga perpustakaan tetap menjadi tempat yang aman bagi pustakawan dan pemustaka dimasa pandemi ini.

Perihal jumlah pengunjung hari ini hanya 75 orang, Bunda Nunung -sapaannya- pun memakluminya. Dikarenakan pemustaka masih konsentrasi pendaftaran masuk sekolah dan Pergurutan tinggi di pekan ini, serta baru hari pertama buka setelah 105 hari libur. “Semoga dengan dibukanya kembali Perpus Palnam akan meningkatkan kembali minat baca dan kreativitas masyarakat untuk tetap semangat menghadapi pandemi ini. Perpustakaan harus berkreasi dengan segala cara dalam melayani pemustaka, sehingga amanah mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai sesuai harapa,” tandas Bunda Nunung.

Kanalkalimantan.com