Sebanyak 98 Anak Pengungsi Korban Banjir Di Hibur Badut Dispersip Kalsel

Belum reda dari bencana banjir yang melanda sebagian besar Provinsi Kalimantan Selatan, dan sekarang harus meninggalkan duka bagi para korban yang tertimpa musibah, dan harus rela meninggalkan rumah dan mengungsi di berbagai posko penampungan.

Dinas yang berperan penting di Prov. Kalsel yang selalu memperjuangkan gerakan literasi membaca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga ikut peduli, dengan melalukan berbagai hal untuk membantu pengungsi.

Seperti halnya yang di lakukan oleh Dinas-Dinas lain yang ikut membantu para korban yang terdampak banjir. Tim Perpustakaan Keliling Palnam mendatangi para pengungsi di Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemprov Kalsel, di Kota Banjarbaru, dengan membawa dua mobil perpustakaan.

Kedatangan Dispersip Prov. Kalsel disambut antusias oleh anak-anak pengungsi, yang ada di pengungsian. Pihak Dispersip Kalsel mengajak para anak pengungsi untuk menghibur diri dengan bernyanyi, sholawatan, senam jari, pertunjukan badut hingga dongeng, yang membuat semuanya anak-anak para pengungsi lupa akan duka yang di rasakannya. Rabu (20/1)

Kepala BLK Kalsel, merasa senang atas hiburan yang diberikan, di tengah kesusahan para pengungsi akibat terdampak banjir.

“Mereka kebanyakan dari Kabupaten Banjar, dengan jumlah dari data terakhir mencapai 386 orang pengungsi. Kegiatan ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak pengunsi, yang berjumlah 98 anak,” papar Suherman.

Salah satu pengungsi yang membawa tiga anaknya, merasa bersykur dapat melihat buah hatinya terhibur dan tetap ceria.

“Ahamdulillah, saya senang dengan adanya kegiatan seperti ini,” ungkap Zakiah yang berasal dari Kecamatan Sungai Tabuk.

Selain untuk memberikan hiburan, kehadiran Tim Pusling ini juga mendekatkan buku kepada anak-anak, untuk meningkatkan minat baca mereka sebagai generasi penerus Banua.

“Saudara-saudara saya yang tertimpa banjir, harap sabar menghadapi cobaan ini. Kami mohon maaf tidak banyak yang dapat diberikan, hanya membawa keceriaan,” Pungkasnya.

Sumber : infobanua.co.id