Sebanyak 22 Orang Pustakawan Kalsel Ikut Asesmen Sertifikasi Pustkawa

Sebanyak 22 pustakawan di Kalsel ikuti Asesmen Sertifikasi Pustakawan, Selasa (19/11) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel, Asesmen dilaksanakan selama tiga hari ke depan.
Salah seorang asesor dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Irawan mengatakan asesmen ini untuk menguji profesionalisme dari  pustakawan. Proses asesmen hanya ingin melihat dan membuktikan para pustakawan di Kalsel bekerja sesuai standar nasional dan internasional.
“Para peserta ini dinyatakan berkompeten oleh asesor nya, sertifikat yang diberikan bukan hanya berlogo Garuda, tetapi juga Asean,” jelasnya.

Tunjukan kompetensi yang dimiliki para peserta, karena yang diuji adalah pekerjaan yang dilakukan pustakawan sehari-hari.

“Para pustakawan yang memegang sertifikat itu bisa berlaku lintas negara Asia.,” ujarnya.

Kabid Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Wildan Akhyar meminta kepada seluruh peserta agar betul-betul mengikuti dengan sungguh-sungguh, sehingga mendapatkan penilaian terbaik.

“Kita bisa menunjukkan jati diri bahwa pustakawan-pustakawan di Kalsel adalah pustakawan terbaik di nasional,” katanya.

Kata Wildan, kemajuan Perspustakaan itu ditentukan oleh tiga hal, pertama, bangunan fisik tempat orang membaca, kedua, jumlah referensi (buku) yang menarik, dan ketiga, orang yang mengelola perpustakaan. Jika bagus pengelolaannya, maka perpustakaan akan lebih bagus lagi, dan tentu dapat meningkatkan minat baca di Kalsel.

Karena pastinya pustakawan bersertifkasi sudah dibekali ilmu bagaimana cara menarik minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan.

“Pustakawan bisa menarik pemustaka agar datang ke perpustakaan,” cetusnya.
Asesmen dibagi menjadi empat kluster. Kluster layanan sirkulasi dan referensi 10 orang, pengatalogan bahan perpustakaan 7 orang, pengadaan bahan perpustakaan 3 orang dan literasi informasi dan promosi perpustakaan 2 orang.
Sumber : reportasekalimantan.com