Sambut Normal Baru, Pusling Siap Kunjungi Rutan dan Lapas

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan siap kembali mengaktifkan kunjungan Perpustakaan Keliling (Pusling) ke beberapa Rutan dan Lapas di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kalsel.

Menurut Kadispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie, diaktifkannya kembali layanan Pusling ke Rutan dan Lapas, karena banyaknya masukan kepihaknya supaya salah satu andalan layanan dalam peningkatan minat baca kembali diaktifkan. Pasca setop sementara layanan lantaran pandemi Covid-19. “Contohnya, kami melakukan koordinasi ke Rutan kelas II Pelaihari Tanahlaut dan disambut dengan hangat oleh perwakilan pimpinan kepala Rutan pak Agus Sarwoko. Beberapa waktu yang lalu juga, kami sudah juga berkoordinasi ke Lapas Karang Intan, Lapas Klas II A Perempuan Martapura, Lapas Klas II A Anak Martapura, Rutan Marabahan dan beberapa Lapas dan Rutan lainnya. Dimana animo warga binaan untuk kembali di aktifkan kembali Pusling sangat tinggi dan disambut antusias,” ujarnya Rabu (10/6/2020).

Namun, tambah Bunda Nunung –sapaan akrabnya-, dengan masih adanya penyebaran Covid-19 di Kalsel, pihaknya akan mematuhi bagaimana protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dalam pengaktifan kembali layanan Pusling. “Salah satu cara yang akan dilakukan adalah, biasanya dalam layanan Pusling buku bacaan yang di bawa ada di dalam mobil, saat pandemi Covid-19 ini maka akan kami buat dalam box-box plastik yang kemudian bisa dipergunakan warga binaan di Rutan dan LP untuk sebagai bahan bacaan,” jelas Bunda Nunung.

Tidak hanya memasuk kan buku bacaan dalam box plastik. Pihaknya juga akan melakukan penjagaan kebersihan buku bacaan yakni dengan dilap mempergunakan disenfektan. “Insyaallah, segala protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 akan terus kami lakukan. Hal ini supaya memberikan rasa aman kepada pembaca buku yang kami siapkan,” paparnya.

Ditambahkannya, kunjungan layanan Pusling ke dalam Rutan dan LP yang ada di beberapa daerah di Kalimantan Selatan sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2017 yang lalu. Hal ini dilakukan sebagai salah satu wujud implementasi instruksi Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, agar dapat menumbuhkan minat baca tanpa kecuali hingga sampai ke dalam sel penjara. “Alhamdulillah, respon warga binaan dan karyawan dalam Rutan serta LP mengaku sangat terbantukan dengan hadirnya Pusling karena dengan membaca selain bisa mengisi waktu luang mereka juga bisa menambah ilmu pengetahuan,” pungkas Bunda Nunung.

kanalkalimantan.com