Sambut New Normal, Pusling Siap Kunjungi Rutan dan Lapas

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan siap kembali melakukan kunjungan Perpustakaan Keliling (Pusling) ke beberapa Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang ada di Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan. Hal itu disampaikan Kepala Dispersip Kalsel, Hj Nurliani Dardie kepada wartawan didampingi Ernawati, Kasi Pelayanan dan Kerjasama Perpustakaan Dispersip Kalsel, Rabu (10/06).

Ia mengungkapkan hal ini dilakukan karema pihaknya mendapatkan banyak masukan agar salah satu andalan layanan dalam peningkatan minat baca kembali diaktifkan pasca dihentikan sementara waktu akibat pandemi penyebaran Covid-19. “Hari ini, contohnya kami melakukan koordinasi ke Rutan klas II Pelaihari Tanah Laut dan disambut dengan hangat oleh perwakilan pimpinan kepala Rutan yakni pak Agus Sarwoko. Beberapa waktu yang lalu juga, kami sudah juga berkoordinasi ke pihak Lapas Karang Intan, Lapas Klas II A Perempuan Martapura, Lapas Klas II A Anak Martapura, Rutan Marabahan dan beberapa Lapas dan Rutan lainnya. Dimana animo warga binaan untuk kembali diaktifkan kembali Pusling sangat tinggi dan disambut antusias,” katanya.

Namun, menurut Bunda Nunung (sapaan akrabnya) dengan masih adanya penyebaran Covid-19 di Kalimantan Selatan, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dalam pengaktifan kembali layanan Pusling. “Salah satu cara yang akan dilakukan adalah, jika biasanya dalam layanan Pusling buku bacaan yang dibawa ada di dalam mobil, masa pandemi Covid-19 ini maka akan kami buat dalam box-box plastik yang kemudian bisa dipergunakan warga binaan di Rutan dan LP untuk sebagai bahan bacaan,” jelasnya.

Tidak hanya memasuk kan buku bacaan dalam box plastik, Dispersip Kalsel juga akan melakukan penjagaan kebersihan buku bacaan yakni dengan dilap mempergunakan disenfektan. “Insyaallah, segala protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 akan terus kami lakukan. Hal ini supaya memberikan rasa aman kepada pembaca buku yang kami siapkan,” tegasnya.

Bunda Nunung menambahkan kunjungan layanan Pusling ke dalam Rutan dan LP yang ada di beberapa daerah di Kalimantan Selatan sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2017 yang lalu. Hal ini dilakukan sebagai salah satu wujud implementasi instruksi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, supaya bisa menumbuhkan minat baca tanpa kecuali hingga sampai ke dalam sel penjara. “Alhamdulillah, respon warga binaan dan karyawan dalam Rutan serta LP mengaku sangat terbantukan dengan hadirnya Pusling karena dengan membaca selain bisa mengisi waktu luang mereka juga bisa menambah ilmu pengetahuan,” pungkasnya.

abdipersadafm.co.id