Sambut Awal September, Dispersip Kalsel Akan Siap Luncurkan Program Baru

]

Guna memanfaatkan perpustakaan sebagai wadah berbagi pengalaman dan melatih keterampilan, untuk memperoleh keahlian dan peluang usaha dengan penguatan literasi individu, yang diharapkan kedepannya berdampak terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan.

Kembali DinasPerpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menambah kegiatan, dengan siap meluncurkan program baru yaitu “September Ceria”, di suasana masih dalam pandemi Covid-19 dan menyambut awal September mendatang.

Kepala Dispersip Kalsel, Dra. Hj. Nurliani Dardie M.AP. menyampaikan Program ini, akan dimulai rencananya, pada tanggal 01 September 2020 mendatang. Yaitu dengan menggelar wicara virtual atau Talkshow Virtual bertema “Tren Dekorasi Ruangan dengan Serat Alami, Peluang Usaha di Tengah Pandemi”, Akan menghadirkan Narasumber Martha Krisna, ST., pemilik Galleria Kria di Banjarbaru, yang merupakan usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang kerajinan.

Kepala Dispersip Kalsel, Dra. Hj. Nurliani Dardie M.AP. menyampaikan Program ini, akan dimulai rencananya, pada tanggal 01 September 2020

“Namun pada tanggal 07 September, akan gelar lagi wicara virtual yang bertemakan “Teratai Bunga Rawa Sejuta Pesona”, ini menghadirkan Narasumber tiga “Srikandi Rawa”, yaitu Dr. Ir. Rita Khairina, MP., dan Dr. Yuspihana Fitrial, S.Pi., M.Si., dua dosen dari Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Perikanan Fakultas  Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Dan terakhir adalah Bakti Nur Ismuhajaroh, MP., Dosen Prodi Agronomi Fakultas Pertanian ULM,”ujarnya kepada tajam.news, Senin (10/8).

Bunda Nunung yang disapa panggilan akrabnya ini membeberkan, bahwa kegiatan program tersebut, diagendakan sebagai bentuk implementasi transformasi perpustakaan yang berbasis inklusi sosial, yang ditandai dengan adanya ketersediaan dan kemudahan akses bahan pustaka serta sumber informasi bermutu ditunjukkan. “Jadi perpustakaan tidak hanya hadir sebagai tempat orang datang membaca dan pinjam buku, tapi sudah saatnya bertransformasi agar memiliki nilai dan kemanfaatan yang tinggi bagi masyarakat melalui pendekatan inklusif,” tambahnya.

Kemudian, Perpustakaan harus mampu memiliki dan menjadi ruang yang terbuka guna memperoleh semangat baru dan solusi, dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan bersama nantinya.

Kita mengajak juga kepada masyarakat, untuk bisa memanfaatkan perpustakaan sebagai wadah berbagi pengalaman juga dan meningkatkan keterampilan minat bacanya. “Semoga dengan diadakan program ini bisa memperoleh keahlian dan peluang usaha dengan penguatan literasi individu, dan kita berharap akan memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan produktivitas dan kualitasnya serta kesejahteraan nantinya,” harapnya.

tajam.news