Salut Inovasi Kadispersip Kalsel Hadirkan Narasumber Kompeten

Inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan yang menggelar website seminar menghadirkan sejumlah nara sumber berkompeten menuai pujian dari sejumlah kalangan.

Seperti disampaikan Pustakawan Utama Perpusnas RI Titiek Kismiyati yang salut atas terobosan Dispersip Kalsel dibawah kepemimpinan Kadis Nurliani yang menyelenggarakan berbagai kegiatan melalui webinar.  “Salut buat Dispersip Kalsel menggelar acara menghadirkan nara sumber yang kompeten tingkat nasional sehingga pesertanya bukan hanya dari Kalsel tetapi dari seluruh Indonesia,” ujar Titiek, Selasa.

Ucapan itu disampaikan Titiek usai mengikuti webinar Dispersip Kalsel yang menghadirkan Ria Enes dengan bonekanya Susan yang diikuti tidak kurang dari 700 peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut dia, webinar sangat bagus apalagi digelar ditengah pandemi COVID-19 sehingga bisa terhindar dari penyakit itu dan tetap mendapatkan pengetahuan meski pun tidak saling bertemu secara fisik.  “Acaranya bagus, menghadirkan Ria Enes dan Susan yang mengajak orang tua mendongeng untuk anak-anaknya sehingga bisa menumbuhkan minat baca anak sejak usai dini di lingkup keluarga,” ucapnya.

Senada ucapan Nova Rasdiana dari Dewan Pertimbangan IKAPI Pusat yang memuji Bunda Nunung sapaan akrab Nurliani yang membuat banyak gebrakan dalam pengembangan minat baca masyarakat. “Bunda Nunung membuat anak-anak dan masyarakat ketagihan membaca di perpustakaan karena buku-buku dan teknologi up to date sehingga mudah mendapat informasi baik lokal hingga seluruh dunia,” ujarnya.

Ia juga menilai, Bunda Nunung membuat masyarakat Kalsel tumbuh percaya diri karena tidak tertinggal ilmu dan pengetahuan, tidak berhenti mengeksplorasi perkembangan literasi hingga dunia internasional.  “Bunda Nunung ikut pameran buku internasional seperti di Frankfurt, Jerman dan London sehingga bisa mengadaptasi pengalamannya untuk kemajuan dan perkembangan literasi di Kalsel,” katanya.

Oleh karenanya, ia menilai sepatutnya Bunda Nunung dijadikan trend setter bagi perpustakaan daerah lainnya di Indonesia untuk menjelajah dunia literasi di luar daerahnya sehingga lebih maju dan berkembang.

kalsel.antaranews.com