Ria Enes, Dispersip, dan Cerita Sederhana yang ‘Menyalakan’ Karakter Anak Banua

Seperti tak kehabisan ide, banyak hal dilakukan Dispersip Kalsel dalam upaya memajukan budaya literasi Banua. Setelah beberapa hari lalu mencuri perhatian publik di media sosial karena acara talkshow virtual bersama duta baca Indonesia, Najwa Shihab diikuti ribuan peserta, kali ini kegiatan sama dengan mengundang pendidik dan pencerita Ria Enes bersama boneka Susan, Selasa (28/7/2020), juga menjadi perhatian tak kalah menarik.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi khusus dari Dewan Pertimbangan IKAPI Pusat dan Pustakaan Utama Perpusnas RI. Berbagai gebrakan yang dilakukan Dispersip Kalsel dinilai sangat kreatif dalam mengenalkan kecintaan anak pada buku dan perpustakaan.

Pada kegiatan yang dipandu Dina Hastuti ini, Ria Enes menyampaikan pendidikan saat ini berbeda dengan zaman dulu. Kini pendidikan bisa dilakukan melalui berbagai media dan sarana yang mampu menarik perhatian dan minat anak. “Ini berbeda dengan cara belajar model dulu, dimana siswa hanya duduk mendengarkan guru yang bercerita atau menyalin tulisan di papan tulis. Kini media pembelajaran bisa menggunakan banyak hal, termasuk boneka maupun gambar,” katanya.

Bagi Kak Ria- demikian Ria Enes diakrabi, bercerita bukan hal mewah yang sulit dilakukan orangtua kepada anak. Baik dengan dalih sibuk bekerja atau tidak bisa. “Sebab bercerita itu pada dasarnya bagaimana kita berbicara. Masak kita tidak sempat berbicara pada anak. Tapi tentunya, bagaimana bicara kita bisa berkualitas. Mampu memberikan inspirasi dan ketertarikan anak pada pengetahuan dan nilai kebaikan,” katanya.

Kak Ria menambahkan, bercerita bahkan bisa dilakukan sambil memasak atau melakukan pekerjaan lain. Tak harus di waktu yang khusus sehingga menyebabkan orangtua justru tidak sempat karena kesibukan. “Hal-hal sederhana juga bisa menjadi tema cerita menarik. Asalkan ada nilainya. Seperti Covid-19 saat ini juga mengajarkan banyak hal. Terutama tentang pentingnya pada kesederhanaan. Dulu orang berdoa bisa macam-macam, tapi saat ini yang paling penting adalah bagaimana agar kita diberikan kesehatan,” ungkapnya.

Menyikapi tantangan anak yang kecaduan gadget, Kak Ria mengatakan orangtua harus memberikan contoh. Salah satunya mengajarkan pentingnya membaca. Termasuk memicu kecintaan terhadao buku sebagaimana yang dilakukan oleh Kepala Kepala Dispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie. Sebelumnya dalam sambutannya, Bunda Nunung—sapaan Nurliani Dardie, mengatakan, hadirnya Ria Enes bersama Susan mengisi webinar dalam bentuk talkshow virtual dengan tema “Mengembangkan Karakter Anak Melalui Budaya Bercerita” bagian dari memperingati Hari Anak Nasional. “Jadi ini sepertinya ketagihan. Baru beberapa hari talkshow virtual dengan Nadjwa Shihab, langsung kembali dengan Ria Enes dan Susan.

Tapi inilah semangat kami dalam upaya terus bergerak untuk memajukan budaya baca dan kecintaan anak pada perpustkaan,” katanya kepada Kanalkalimantan.com. Bagi Bunda Nunung, pembelajaran anak di tengah pandemi Covid-19 memang tak boleh berhenti. Kondisi saat ini justru mengharuskan pendidik dan orangtua harus lebih kreatif dalam melakukan pembelajaran terhadap anak. “Rumah harus menjadi pusat kegiatan belajar dan diskusi bersama. Saat ini buku harusnya menjadi pusat perhatian. Ketidakhadiran guru bisa terwakili kehadiran buku,” ungkap Bunda Nunung.

Melalui komitmen itulah, Perpustakaan Palnam dalam tiga tahun terakhir telah menambahkan fasilitas ruangan khusus anak berupa Kids Library yang nyaman dan luas. Ruangan khusus ini menyediakan buku anak, dan tempat bermain, badut, dan pendongeng untuk rombongan siswa yang akan datang. “Harapannya dengan berbagai fasilitas ini, akan lahir generasi pecinta buku yang betah berlama-lama di perpustakaan,” ungkapnya.

Maka tak heran jika Nova Rasdiana, Dewan Pertimbangan IKAPI Pusat memberikan apresiasi khusus bagi Dispersip Kalsel. Ia mengatakan, Bunda Nunung telah membuat banyak gebrakan dalam pengembangan mibat baca di Kalsel.

“Bunda Nunung membuat anak-anak dan masyarakat ketagihan membaca di perpustakaan karena buku-buku yang up to date. Ini membuat masyarakat di Kalimantan Selatan tumbuh lebih percaya diri karena tidak tertinggal dalam ilmu dan pengetahuan,” katanya.

Ia juga mengatakan, selama ini mengenal sosok Bunda Nunung yang tidak pernah capek mengeksplore perkembangan literasi. Hingga ke pameran buku internasional: frankfurt, london, dan lainnya dengan tujuan mengadopsi pengalaman bagi dunia literasi di Kalsel. “Ini sepatutnya Bunda Nunung dijadikan trend setter bagi perpustakaan daerah lainnya,” katanya.

Hal sama juga disampaikan Dra Titiek Kismiyati dari Pustakaan Utama Perpusnas RI. Ia mengatakan, berbagai kegiatan yang diselenggarakan Dispersip Kalsel sangat luar biasa. Terutama untuk para orangtua untuk mengenalkan minat baca kepada anaknya sejak usia dini. “Saya juga senang bagaimana Ria Enes mengajak orangtua mendongeng bagi anak-anak sebagai cara awal mengenalkan anak agar suka membaca. Salut buat Dipersip Prov. Kalsel yang selalu membuat acara dengan menghadirkan narasumber yang kompeten tingkat nasional,” kata Titiek.

Kanalkalimantan.com