Renovasi Ruang Membaca Anak di Perpustakaan Palnam Banjarmasin, ini Obsesi Bunda Nunung

Sebelum Pandemi Corona, Siti Masunah mengajak kedua putrinya, Qonita (7 tahun), dan Nazwa (6) mengunjungi Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel terletak di kilometer 6 Banjarmasin. Biasanya, sebelum masuk ke perpustakaan anak yang ada di lantai dasar, kedua putrinya diajak bermain di gazebo, tempat bersantai yang berada di belakang kantor perpustakaan.

Selain ada tiga gazebo yang cukup rindang, juga ada beberapa mainanan anak dan sarana fitness terbuka untuk pengunjung yang ingin berolahraga. “Anak-anak saya suka bermain ke sini, karena ada tempat beristirahat yang nyaman serta ada mainannya,” ujar warga Jalan Handil Bhakti Barito Kuala ini. Puas bermain di alam terbuka, Qonita dan Nazwa kemudian minta di ajak ke ruang perpustakaan anak yang ada di lantai dasar. Keduanya kembali bermain perosotan dan beberapa permainan di dalam ruangan. Bosan bermain, barulah mengambil buku bacaan bergambar yang cukup menarik. Sang ibu, Siti Masunah dengan tekun membimbing anaknya menceritakan kisah di buku tersebut. “Walau pun anak saya masih belum lancar membaca, sejak dini sudah saya tanamkan kenak perpustakaan agar suka membaca. Alhamdulillah, tiap ada waktu minta ajak ke sini dan perpustakaan palnam sangat refresentatif serta ada mainannya,” ungkap Masunah.

Hingga pukul 12.30 Wita, Nazwa dan Qonita tak beranjak dari perpustakaan anak. Begitu juga dengan Alika yang masih berusia 1 tahun 2 bulan, ia menangis ketika sang ibu, Gina dsn neneknya H Idah mengajak pulang dari perpustakaan anak. “Alika sangat betah di perpustakaan anak, karena ada mainan perosotan, ayunan, balok-bakokan dll di ruangan. Sewaktu kami ajak pulang, Alika tak mau dan terus menangis. Perpustakaan sangat bagus buat pengenalan sejak dini, anak suka dengan buku baca. Akhirnya, usai bermain, anak perlahan-lahan tertarik membaca,” kata warga Sultan Adam ini.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalsel, Dra Hj H Nurliani Dardie Dahlan mengatakan anak-anak suka membaca diawali dari keluarga yang mengenalkan buku sejak dini. “Saya sadar supaya masyarakat Kalsel mencintai buku dan suka mendatangi perpustakaan, tidak bekerja sendiri, harus bisa bekerjasama dengan pihak lain, khususnya keluarga. Peran keluarga sebagai satuan terkecil masyarakat, sangat besar pengaruhnya supaya anak mencintai buku,” tandasnya.

Supaya klop, lanjut perempuan kelahiran Gambut, 20 Januari 1965 ini, pihaknya mea. “Ini saya lakukan supaya anak-anak yang berkunjung ke perpustakaan betah dan ketagihan. Kedepannya anak-anak di Kalsel hobi membaca, ketimbang gadget,” ucap Nunung.\

banjarmasin.tribunnews.com