Rektor UIN Antasari : Membaca Buku Itu Sesuatu Banget

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin Profesor Doktor Mujiburrahman mengatakan, membaca buku di jaman teknologi informasi seperti sekarang merupakan hal yang luar biasa.  “Kami menyebutnya, membaca buku di masa sekarang, sesuatu banget. Sama seperti ucapan artis Syahrini, sesuatu banget,” ujar rektor dalam sambutan virtual pada bedah buku yang digelar Dispersip Kalsel, Selasa.

Ada pun buku yang dibedah melalui talkshow virtual Dispersip Kalsel berjudul “Jalan tengah, renungan budaya dan politik di era ekstrem” karya Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Prof Dr Mujiburrahman.

Menurut rektor, saat ini Indonesia tengah dilanda “Tsunami Informasi” dimana masyarakat mendapatkan informasi bukan lagi melalui buku tetapi dari berbagai media berbasis teknologi informasi.  “Jaman sekarang, orang lebih memilih membaca buku apalagi mendapatkan informasi, melalui media sosial dan perangkat teknologi informasi lainnya sehingga kami menyebut “Tsunami Informasi”,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Mujiburrahman sangat mengapresiasi langkah nyata Dispersip Kalsel membangun kembali budaya literasi melalui membaca buku meski pun sekarang terhambat akibat pandemi COVID-19.  “Kami sangat mengapresiasi langkah Dispersip Kalsel, apalagi meski pun ditengah pandemi tidak menyurutkan semangat mengajak masyarakat membaca secara virtual termasuk menggelar talkshow virtual,” ujarnya.

Narasumber yang ikut membedah buku karya Rektor UIN Antasari Banjarmasin adalah Ketua Program Studi Sosiologi Fisip Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Setia Budhi, PhD. “Buku ini secara halus mengkritik pandangan sebagian masyarakat yang berlebihan, baik dalam politik maupun beragama. Materinya datar, namun tajam menohok fenomena yang terjadi di sekitar kita,” ucap Setia Budhi.

Kadispersip Kalsel Nurliani Dardie menjelaskan kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk membumikan literasi sekaligus mengorbitkan dan mempromosikan penulis buku lokal agar lebih dikenal masyarakat. “Kami menyediakan satu ruangan khusus untuk buku-buku penulis lokal dan penerbit Kalsel sebagai wujud apresiasi. Sejak 3 tahun terakhir menganggarkan pengadaan buku yang ditulis penulis maupun dicetak penerbit Banua,” katanya.

kalsel.antaranews.com