Pusling siap sambangi rutan dan lapas sambut “New Normal”

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, siap mengaktifkan kembali kunjungan Perpustakaan Keliling (Pusling) ke beberapa rumah tahanan negara dan lembaga pemasyarakatan di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM di kabupaten dan kota di provinsi setempat.  Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie melalui siaran pers diterima Antara, Rabu, mengatakan, layanan pusling diaktifkan kembali ke rutan dan lapas karena banyaknya masukan kepada instansi yang dipimpinnya.

Diketahui, pusling merupakan salah satu andalan layanan Dispersip dalam peningkatan minat baca masyarakat dan layanan terhenti sementara waktu karena pandemi COVID-19 yang telah melanda dunia termasuk Kalsel.  “Contohnya hari ini kami melakukan koordinasi ke Rutan klas II Pelaihari Tanah Laut dan terlihat animo warga binaan terhadap layanan pusling sangat tinggi,” ujar kadis didampingi yang Kasi Pelayanan dan Kerjasama Dispersip Ernawati.

Kedatangan Kepala Dispersip Kalsel ke Rutan klas II Pelaihari Tanah Laut disambut hangat perwakilan pimpinan kepala rutan Agus Sarwoko dan hal serupa juga sudah dikoordinasikan dengan Lapas Karang Intan, Lapas Klas II A Perempuan Martapura, Lapas Klas II A Anak Martapura, Rutan Marabahan dan lapas juga rutan lain.

Menurut Bunda Nunung sapaan akrab Nurliani Dardie, pengaktifan kembali pusling ke rutan dan lapas dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan sehingga bisa mencegah penyebaran dan penularan COVID-19.
“Salah satu cara, biasanya buku bacaan di layanan pusling diletakan dalam mobil. Namun selama masa pandemi COVID-19, ditaruh dalam boks-boks plastik sehingga bisa dilihat warga binaan di rutan dan LP sebagai bahan bacaan,” sebutnya.

Bahkan, tak hanya memasukan buku bacaan dalam boks, tetapi juga akan melakukan penjagaan kebersihan buku bacaan melalui pengelapan mempergunakan cairan disenfektan mencegah penularan virus.
“Segala protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran COVID-19 akan terus dilakukan. Hal itu supaya memberikan rasa aman kepada pembaca buku yang kami siapkan termasuk warga binaan,” kata dia.

Ditambahkan kunjungan layanan pusling ke dalam rutan dan LP pada beberapa daerah di Kalsel sudah dimulai sejak tahun 2017 sebagai salah satu wujud implementasi instruksi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, supaya bisa menumbuhkan minat baca tanpa kecuali hingga sampai ke dalam sel penjara. “Alhamdulillah, respon warga binaan dan karyawan dalam rutan serta LP merasa sangat dibantu atas hadirnya pusling karena dengan membaca selain bisa mengisi waktu luang mereka juga bisa menambah ilmu pengetahuan,” kata Bunda Nunung.

kalsel.antaranews.com