Pusling Dispersip Sambangi Bapas Banjarmasin

Perpustakaan Keliling (Pusling) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel sambangi Balai Pemasyarakatan Klas I Banjarmasin, Senin (6/7). Seperti juga kunjungan ke tempat warga binaan di kabupaten dan kota, pusling membawa sedikitnya 350 buku.dengan berbagai judul.

Kunjungan Pusling kali ini berawal dari dirrect message Kepala Balai Permasyarakatan (Bapas) Klas I Banjarmasin, Bagus Kurniawan, untuk dilakukan kunjungan ke kantor yang berlokasi di Jl A Yani Km 5,5.

Dirrect message itu sendiri, ketika Bagus tak sengaja membaca di media online tentang program Layanan Terpadu Perpustakaan Lapas di Instagram Perpus Pal Nam (@perpuspalnam) “Terima kasih sebesar-besarnya atas apresiasi kunjungan ini. Bisa bersinergi dengan kami, membantu memberikan bantuan buku dengan sistem peminjaman secara bergilir,” ucap Bagus Kurniawan.

Walau hanya memiliki pojok baca, sambung Bagus, buku-buku yang dipinjamkan perpus akan sangat bermanfaat. “Manfaatnya sangat besar sekali, karena kami melayani masyarakat umum, dan masyarakat khusus yaitu client kemasyarakatan. Beberapa keluarganya yang datang dalam proses layanan publik kami, menunggu proses pengobatan dengan membaca di tempat baca yang telah kami sediakan,” jelasnya. Bapas tidak ada narapidana. Hanya client kemasyarakatan, yaitu narapidana yang telah mendapat bebas bersyarat, cuti menjelang bebas, cuti bersyarat, asimilasi dengan cara mereka lapor dengan waktu yang ditentukan masing-masing pembimbing kemasyarakatannya.

Selain untuk pengunjung, pojok baca tersebut juga untuk para petugas Bapas sendiri guna menambah wawasan dengan buku bacaan. “Buku itu cakrawala dunia. Dengan buku, pola pikir serta wawasan, pasti akan berubah dan bertambah lebih baik,” ujarnya. Jumlah client kemasyarakatan ada 1.826 orang. Selain itu juga, ada client narapidana asimilasi hampir 1.980 orang.

Sementara Hj.Ermawati, Kasi Layanan Perpustakaan Dispersip Kalsel, merasa bersyukur atas kerja sama dengan Bapas. “Ini program dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam mencerdaskan pendidikan bangsa melalui program Layanan Terpadu Perpustakaan Lapas,” katanya. Buku-buku yang dipinjamkan akan dirolling lagi sekitar 2 minggu sekali. Diganti dengan yang baru agar selalu update. Sehingga sirkulasi buku berjalan sesuai regulasi.

Di tempat terpisah, Kadispersip Kalsel, Hj Nurliani Dardie, mengatakan, layanan perpustakaan harus selalu berimprovisasi bergerak out off the book sesuai keperluan instansi maupun masyarakat. “Karena mendekatkan buku kepada masyarakat, amanah UU No: 43/2007 tentang Perpustakaan,” imbuhnya.

banuapost.co.id