Punya Peran Sentral, Masjid-Masjid Bersejarah Kalsel Perlu Dipertahankan

Masjid di Kalimantan Selatan memiliki peran sentral dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Ambil contoh Masjid Sultan Suriansyah yang dibangun pada abad ke 16 silam yang menjadi saksi bisu penyebaran agama Islam di Banua. Hal ini diungkapkan Ahmad Barjie penulis buku Masjid-masjid Bersejarah di Kalimantan Selatan, Kamis (27/8/2020).

Barjie mengatakan sedikitnya lebih 2.500 masjid ada di Kalsel dan sebagian meski melalui sejumlah renovasi, masjid-masjid bersejarah harus tetap dipelihara dan dipertahankan keasliannya. “Wilayah Kalsel merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari nusantara. Masjid-masjid bersejarah, walau direnovasi tetapi keasliannya harus dijaga agar nilai historinya tetap terlihat,” kata dia.

Aliansyah Jumbawuya juga menyampaikan, termotivasi dan sepakat membuat buku khazanah lokal untuk mendokumentasikan sejarah budaya Islam di Kalsel agar terkenang abadi dan tidak lekang oleh waktu. “Kami termotivasi menulis buku-buku sejarah dan mengharapkan meski pun masyarakat mengetahui bentuk fisik masjid yang baru, tetapi sejarah yang melekat di masjid itu jangan sampai hilang,” ucapnya.

Buku tersebut juga menambah khazanah literasi keislaman di Kalsel melalui aspek keagamaan memberi spiritualitas keimanan seseorang. “Buku ini sangat bagus pada aspek sejarah, di mana kedatangan Islam masuk Kalsel bergandengan dengan hadirnya masjid diberbagai kota Kalsel,” ucapnya.

Sementara itu Kadispersip Kalsel Nurliani Dardie mengakui keberadaan masjid-masjid tua di Kalsel penting dipelihara dan dipertahankan eksistensinya, karena dari situ bisa belajar penyiaran agama Islam di wilayah Tanah Banjar pada masa-masa awalnya.

Disamping itu pula dalam peluncuran dan diskusi buku itu, membuat khalayak luas khususnya generasi muda Banjar bisa mengetahui kegigihan masyarakat zaman dahulu dalam mengupayakan berdirinya sebuah masjid. “Dulu orang tetuha bahari sangat gigih dalam mendirikan bangunan masjid tersebut meski dalam mendirikan masjid terebut banyak sekali keterbatasan dana dan peralatan teknologi namun masjid-masjid tersebut kokoh berdiri,”ucap Nurliani.

jejakrekam.com