Pjs wali kota pantau penerapan protokol kesehatan di Depo Arsip

Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu memantau penerapan protokol kesehatan di Depo Arsip Banjarbaru yang berada dibawah pengelolaan Dispersip Kalimantan Selatan.  Pemantauan dilakukan Pjs wali kota, Senin dengan mendatangi Depo Arsip yang letaknya di belakang Balaikota Banjarbaru dan selama kunjungan didampingi Kepala Dispersip Kalsel Nurliani atau Bunda Nunung.  “Kami ingin memastikan penerapan protokol kesehatan di perkantoran termasuk di Depo Arsip dan seperti yang kita lihat, protokol kesehatan sudah dijalankan pegawai dengan baik,” ujar Bernhard.

Ia mengatakan, selama pandemi COVID-19, protokol kesehatan wajib dijalankan mulai memakai masker, mencuci tangan pakai sabun hingga menjaga jarak mencegah penyebaran dan penularan virus Corona.  Ditekankan, penerapan protokol kesehatan bertujuan saling menjaga dan menghindari penularan COVID-19 di lingkungan perkantoran karena tidak ada yang tahu, siapa yang menulari atau membawa virus.
“Jadi, apabila sudah menerapkan protokol kesehatan, kita sudah saling sama-sama menjaga sehingga tidak ada yang tertular maupun menulari. Bekerja juga bisa tenang dan nyaman tanpa dihantui kekhawatiran,” ujarnya.

Disarankan Direktur Polisi Pamong Praja dan Linmas Kemendagri itu, proses peminjaman buku hendaknya dilakukan menggunakan aplikasi agar tidak terjadi kerumunan sehingga virus bisa bebas menular. “Inovasi penting di masa pandemi saat ini karena bisa menjadi cara untuk mempertahankan minat baca masyarakat, khususnya di kalangan usia anak-anak dan generasi milenial,” ucap Pak Ben, panggilan akrabnya.

Kepala Dispersip Kalsel Nurliani berterima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan Pjs Wali Kota Banjarbaru karena ditengah kesibukan meski di tengah kesibukan, masih menyempatkan waktu berkunjung. “Saran beliau melayani masyarakat mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 harus dilakukan agar setiap pengunjung merasa nyaman dan aman berada di perpustakaan,” kata dia.

Ditambahkan, pihaknya mendukung inovasi baru dalam pelayanan kepada masyarakat, aalagi di era pandemi COVID-19, teknologi harus digunakan demi mewujudkan perpustakaan yang baik dan melayani di era milenial. “Selama pandemi kami tidak lagi menunggu masyarakat yang datang tetapi jemput bola dan menunggu pesanan. Jika dibolehkan, buku-buku yang dipesan petugas kami yang mengantarkan,” katanya.

kalsel.antaranews.com