Pinjamkan Buku ke Lapas Narkotika Karang Intan, Dispersip Kalsel Bawa 6 Unit Pusling

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menyerahkan secara simbolis buku-buku yang dipinjamkan kepada Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Karang Intan, Sugito, saat melakukan kunjungan ke Lapas tersebut, Rabu (17/6/20).

Membawa enam unit mobil Perpustakaan Keliling (Pusling), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan melakukan konvoi menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Karang Intan, Kabupaten Banjar, Rabu (17/6/2020). Kunjungan Dispersip Kalsel ke Lapas Narkotika Kelas II A Karang Intan bertujuan meminjamkan buku-buku kepada pihak Lapas, yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh warga binaan.

Dari pengalaman sebelumnya, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, warga binaan di Lapas memerlukan buku-buku seperti novel, buku-buku agama dan keterampilan. “Kami bawa buku-buku dengan tiga genre tersebut dengan berbagai pilihan judul, para warga binaan bisa memilih judul dari buku-buku yang kami pinjamkan, nanti biar petugas Lapas yang melayani,” kata Bunda Nunung sapaan akrab Kepala Dispersip Kalsel.

Bunda Nunung mengatakan sebelum pandemi Covid-19 ini melanda, pihaknya rutin setiap satu kali dalam satu bulan melakukan kunjungan Pusling ke Lapas yang ada di Kalsel, untuk meminjamkan buku secara langsung.Namun, karena situasi saat ini, Dispersip Kalsel hanya mengantarkan buku-buku pinjaman ke Lapas, dan diperbaharui setiap satu minggu sekali. “Sebelum pandemi, warga binaan bisa langsung memilih buku-buku yang tersedia di mobil Pusling. Namun, untuk situasi pandemi seperti ini kami hanya mengantarkan buku-buku untuk dipinjamkan. Nantinya buku-buku ini akan diganti dengan judul yang baru setiap minggunya, kalau sudah selesai bisa kami pinjamkan yang baru, kalau belum pun tidak apa-apa, tetap kami seminggu sekali ke sini,” tuturnya.

Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Karang Intan, Sugito menyambut baik dan mengapresiasi upaya Dispersip Kalsel untuk menjaga dan meningkatkan minat baca warga binaan, yang tentunya memiliki keterbatasan ruang gerak. Sugito pun menilai bahwa selama ini minat baca warga binaan di Lapas yang dia pimpin sangat tinggi, terlihat dari antusiasme menyambut keberadaan Pusling. “Setelah kami amati, minat baca warga binaan kami memang sangat tinggi, karena ketika ada Pusling ini datang, buku-buku tersebut langsung habis dipinjam oleh mereka untuk mengisi waktu senggang,” jelasnya.

Ia pun berharap kerjasama dengan Dispersip Kalsel akan terus berlanjut, untuk bersinergi membantu program pembinaan yang ada di Lapas. “Semoga kerjasama dengan Dispersip Kalsel akan berlanjut kedepannya, bersama-sama bersinergi membantu program pembinaan yang ada di Lapas pada umumnya,” tukasnya.

banjarmasin.tribunnews.com