Perpustakaan Palnam menjadi lokasi Rekaman Video Sendra Tari Sanggar Seni Nuansa

Setelah sukses menggelar pertunjukan daring Lantunan Musik Panting pada Minggu (28/6/2020) di Kids Library Perpustakaan Palnam yang berada di bawah pengelolaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan, kali ini Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin melakukan rekaman video tari daerah Banjar di Perpustakaan Palnam dengan latar belakang Rumah Banjar.

Arif Budiman, Pembina Sanggar Seni Nuansa mengatakan, tujuan rekaman video tari daerah Banjar sebagai bahan lomba festival tari tingkat nasional yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui rekaman video dalam waktu dekat. Selain itu, sekaligus untuk persiapan mengikuti lomba tari tingkat Provinsi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui rekaman video tahun 2020 ini. “Perpustakaan Palnam mempunyai ciri khas yaitu berada di lokasi batas kota Banjarmasin dan Martapura dengan Rumah Adat Banjar yang mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri untuk di publis ke masyarakat,” kata Arif Budiman, Sabtu (11/7/2020).

Sementara itu Kepala Dispersip Kalsel Dra. Hj. Nurliani Dardie, M. AP mengapresiasi penggunaan Perpustakaan Palnam menjadi lokasi rekaman video oleh Sanggar Seni Banua untuk ajang lomba. Bunda Nunung -panggilan akrab beliau- mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mempromosikan perpustakaan. Bukan hanya melalui gemar membaca, namun perpustakaan telah bertranformasi sebagai tempat inklusi sosial, dengan menjadi wadah berkegiatan bagi masyarakat dalam hal seni dan budaya.

Ia menambahkan, perpustakaan menjadi salah satu alternatif unik untuk berkarya dan berkreasi dengan dukungan desain interior ruangan yang menarik, serta lingkungan yang nyaman untuk tempat berkegiatan baik siang maupun malam hari. “Perpustakaan berbasis Inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan hak asasi manusia,” ujar mantan Kepala Perpustakaan Kota Banjarbaru ini.

Bunda Nunung menegaskan, perpustakaan harus mengikuti perubahan dan mau tak mau harus beradaptasi serta berevolusi sehingga tidak terlindas perubahan zaman. Saat ini perpustakaan berangsur menjadi tempat berinteraksi dengan komunitas sosial serta working space tempat tumbuhnya inovasi baru dan dengan harapan agar tumbuh generasi muda yang inovatif dan kreatif dalam berkegiatan yang positif.

Sanggar Seni Banua berdiri sejak tahun 1997. Sanggar ini sendiri berdiri atas gagasan Dea Sanderta dan diisi oleh beberapa penari dari mahasiswi beberapa fakultas di ULM Banjarmasin.

Kanalkalimantan.com