Perpustakaan Palnam Diapresiasi Positif Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev)

Kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Kebijakan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan Pelaksanaan DAK 2019 digelar di Hotel Novotel, Banjarbaru, Kamis (18/7).

Di pimpin narasumber Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpusnas RI, Kabid pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat baca Perpusnas RI, Direktur Anggaran Bidang Manusia dan kebudayaan Dirjend Anggaran Kemenkeu RI, Kasubdit DAK Fisik Direktur Dana Perimbangan Kemendagri, dan Bappenas RI selaku tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu Bappenas, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Kementrian Keuangan dan Kemendagri.

Acara dihadiri pula ooleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsdl, Hj Nurliani Dardie, serta Kepala Dispersip kabupaten dan kota se-Kalimantan.

Pada acara itu dipaparkan mengenai pelaksanaan transformasi layanan perpustakaan, hingga capaian kinerja fisik guna menopang minat baca di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan se-Kalimantan.

Tim Monev sangat mengapresiasi kegiatan Tranformasi Literasi berbasis sosial dengan perubahan fisik bangunan dan gerakan minat baca di Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan.

Kabag Perencanaan Perpusnas RI Dr Adin Bondar, menyatakan, promosi kepala Dispersip yang cukup gencar menjadikan perpustakaan sebagai pilihan masyarakat untuk berkunjung dan mencari informasi literasi yang mumpuni.

“Khusus Dispersip Kalimantan Selatan telah menerapkan transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial, ditandai dengan berbagai inovasi layanan anak yang sangat menarik, lengkap dengan berbagai permainan edukasi modern berbasis TIK. Ketersediaan ruang bagi masyarat untuk berbagi pengalaman, belajar dan diskusi, bahan bacaan terapan baik tercetak dan digital sehingga membawa nuansa perpustakaan yang ramah dan menarik,” ungkap Adin.

Kegiatan monev ini sangat bermanfaat untuk saling memberikan informasi dan kendala juga solusi, agar program Inklusi perpustakaan berbasis sosial dan DAK dapat meningkatkan minat baca dan mencerdaskan masyarakat guna mengurangi kemiskinan.

 

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)