Perpustakaan Palnam Banjarmasin Selenggarakan Seminar Online Sumberdaya Genetik Tanaman Lokal

Kalimantan Selatan memiliki potensi sumber daya genetik (SDG) tananan lokal yang melimpah, kekayaan SDG tersebut akan bernilai ekonomi tinggi, jika dikembangkan secara intensif dan berkelanjutan. SDG pertanian harus dimanfaatkan dengan optimal, selaras dengan perkembangan teknologi serta perlindungan terhadap kekayaan sumber daya genetik asli Kalimantan Selatan perlu diperhatikan agar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Keragaman genetik tanaman kalsel sangat beragam dari jenis sayuran, tanaman hias, tanaman obat, dan buah-buahan serta tanaman kehutanan. Sehingga masyarakat perlu sarana edukasi terkait pemanfaatan sumberdaya genetik tersebut untuk kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, Dra. Hj. Nurliani, M.AP mengatakan perlunya edukasi untuk masyarakat tentang pentingnya SDG lokal untuk kesejahteraan. “Perpustakaan tidak hanya sebagai tempat orang datang untuk membaca dan meminjam buku tetapi sudah saatnya bertranspormasi agar memiliki nilai dan kemanfaatan yang tinggi bagi masyarakat melalui pendekatan inklusi serta perpustakaan harus mampu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh semangat baru dan solusi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (12/08/20).

Ia mengatakan, dalam rangka transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial Dipersip Kalsel akan melaksanakan seminar online terkait SDG Tanaman Lokal untuk mendukung Kalsel Bergerak dengan narasumber Guru Besar Fakultas Pertanian ULM, Prof. Dr. Ir. Hj. Raihani Wahdah, M.S, ahli pertanian di bidang pemuliaan tanaman dan banyak berkecimpung dalam pemanfaatan dan pengembangan sumber genetik lokal Kalsel.

Dispersip Kalsel juga akan menghadirkan Dr. Hilda Susanti, S.P., M.Si yang sering bergelut di Bidang Etnobotani Tanaman Lokal Kalsel dan juga menggeluti tanaman obat dan sayuran Indigenous lokal yang merupakan kekayaan sumber daya genetik lokal.

Acara ini akan dipandu oleh moderator seorang pemuda milenial, Nove Arisandi, S.P., MP yang juga merupakan praktisi pertanian dan banyak bergelut di bidang teknologi benih. “Seminar online ini diharapkan dapat menguatkan literasi individu agar terjadi perubahan pengetahuan dan perilaku individu yang akan berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan dan seminar ini dilaksanakan mengingat fungsi perpustakaan sebagai gudangnya ilmu pengetahuan, jadi Palnam siap memfasilitasi berbagai ilmu pengetahuan terapan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat mengingat kondisi saat ini lagi pendemi covid-19 program dan kegiatan literasi harus berjalan sehingga kita perlu cara-cara kreatif,” jelasnya.

banjarmasin.tribunnews.com