Perpustakaan di Tabalong Raih Juara

Meskipun masa pandemi Covid-19, Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan se-Kalsel tetap dilaksanakan, sesuai program Perpusnas RI setiap tahun.

Dari hasil penilaian yang dilakukan tim juri, Perpustakaan Desa Kampung Pintar Kabupaten Tabalong menjadi juara 1 dengan nilai 793, disusul Perpustakaan Berkat Ilmu Desa Tambak Sirang Laut Gambut Kabupaten Banjar sebagai juara 2 dengan nilai 747, sedangkan juara 3 diraih Perpustakaan Antam Desa Tambalangan Amuntai Tengah Kabupaten HSU.

Penilaian Perpustakaan Desa dilakukan tim juri, dengan menilai dari SDM pengelola perpustakaan desa, ketersediaan buku baca, sarana dan prasarana, sirkulasi buku, keanggotaan, dan komitmen pemerintah desa dalam pengembangan layanan perpustakaan desa, serta keterlibatan masyarakat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel Dra Hj Nurliani MAP mengatakan, pengelolaan perpustakaan desa merupakan salah satu penopang indikator Provinsi Kalsel meraih nilai tertinggi Indeks Pembangunan Manusia se-Indonesia tahun 2020.

Hal ini merupakan keberhasilan Dispersip Kalsel melakukan pembinaan perpustakaan umum, sekolah, desa dan khusus di Kalimantan Selatan secara masif, yang tiada henti melakukan promosi budaya literasi dan minat baca di Kalsel.

Nurliani yang akrab disapa Bunda Nunung, di sela mengikuti Diklat PIM II di Banjarbaru menjelaskan, perpustakaan desa merupakan penopang peningkatan kesejahteraan dan perekonomian di desa, yang direplikasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk berkegiatan masyarakat di desa.

“Saya harapkan Perpustakaan Desa Kampung Pintar Kabupaten Tabalong dapat meningkatkan lagi nilai yang diperolehnya, sehingga bisa mengharumkan Kalimantan Selatan di tingkat nasional pada saat tim juri dari Perpusnas RI melakukan penilaian,” ujarnya.

Diharapkan, di masa yang akan datang akan hadir perpustakaan-perpustakaan desa yang lain, mewakili Kalsel di tingkat nasional, sebagai hasil dari pembinaan yang dilakukan oleh Dispersip Kalsel dan Dispersip kabupatan di Kalsel, guna peningkatan kecerdasan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan, serta perekonomian masyarakat di desa dari ketersediaan perpustakaan desa, sebut Bunda Nunung.

Sumber : matabanua.co.id