Perpustakaan Desa Kapar Wakili Kalsel

Perpustakaan Desa Kapar Banua Pintar Kabupaten Tabalong akan mewakili Kalsel dalam Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Nasional Tahun 2020. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel Dra Nurliani MAP kepada wartawan, Rabu (22/7).

Nurliani yang akrab disapa Bunda Nunung ini mengatakan, Desa Kapar Banua Pintar terpilih mewakili Provinsi Kalsel ke tingkat nasional, karena sebelumnya dari hasil penilaian Tim Juri Lomba Perpustakaan Desa, telah meraih Juara satu se-Kalsel, sesuai dengan ketetapan Surat Dispersip Kalsel Nomor 041.1/3867/Dispersip tanggal 6 Juli 2020.

Menurutnya, perpustakaan desa tersebut setelah ditetapkan, maka mereka akan mempersiapkan mengikuti lomba tingkat nasional yang akan dinilai oleh Tim Juri dari Perpusnas RI. Dan, untuk Kalsel masuk dalam Kluster A (terdiri dari 14 provinsi) untuk divisitasi lagi menjadi 6 provinsi yang selanjutnya diundang ke Jakarta oleh tim juri untuk presentasi pada bulan September 2020.

Terkait kriteria penilaian sebut Bunda Nunung, tim juri menilai berkas yang diterima, dilanjutkan dengan mengunjugi langsung ke perpustakaan desa dengan menilai bagaimana pengelolaan perpustakaan, jumlah buku yang tersedia diperpustakaan, serta apa saja judul buku yang ada, bangunan perpustakaan dan sirkulasi buku di perpustakaan desa tersebut.

Perpust akaan Desa Kapar Banua Pintar sendiri berhasil mengungguli perpustakaan desa lain, yakni Perpustakaan Cahaya Hati Desa Batu Ampar Tanah Laut (kedua), Perpustakaan Desa Salat Makmur Kabupaten Banjar (ketiga), Perpustakaan Sumber Ilmu Kelurahan Paringin Timur Kabupaten Balangan, Perpustakaan Rindang Ilmu Desa Merpura Kabupaten Kotabaru, dan Perpustakaan  Al-Falah Desa Labuan Anak Hulu Sungai Tengah.

Ditempat terpisah, Hj Arbayah SH selaku Kasi Pembinaan Perpustakaan dan Ketua Tim Penilai Perpustakaan Desa didampingi Drs Muhammad MSi dan Abdillah SSos mengatakan, Juara Lomba Perpustakaan Desa mendapat sertifikat, tropi dan uang pembinaan. Juara 1 sebesar Rp3,5 juta, Juara 2 Rp 3 juta, Juara 3 Rp 2,5 juta, Juara Harapan 1 Rp 2 juta, Harapan 2 Rp 1,5 juta, dan Harapan 3 Rp 1 juta.

Bunda Nunung mengharapkan, perpustakaan desa yang menjadi juara dan mewakili Kalsel, agar lebih giat memperbaiki kekurangan, sehingga saat visitasi oleh Tim Juri Perpusnas RI dapat direkomendasikan menjadi 6 besar di Kluster A. Bagi yang belum juara, agar tetap semangat dan terus meningkatkan pelayanan perpustakaan desa untuk lebih baik dengan pembinaan dari perpustakaan kabupaten/kota setempat. Hal ini ditekankan bahwa perpustakaan desa telah bertranformasi berbasis inklusi sosial, sebagai tempat belajar dan berkegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, jelas Bunda Nunung.

matabanua.co.id