Perpusnas RI Beri Bantuan Lima Perpustakaan Desa di Kalsel

Perpustakaan Nasional RI menyetujui program perpustakaan berbasis inklusi sosial yang direkomendasikan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan.

Ada lima perpustakaan Desa di 3 Kabupaten, yakni Perpustakaan Maju Bersama Desa Sungai Rangas Tengah dan Perpustakaan Ilman Nafi A Desa Bi’ih yang berada di Kabupaten Banjar, Perpustakaan Lontar Utara Desa Lontar Utara yang berada di Kabupaten Kotabaru serta Kabupaten Tabalong menyumbang dua perpustakaan Desa, Perpustakaan Cahaya Ilmu Desa Paliat dan Perpustakaan Sumber Ilmu Desa Nalui.

Kelima perpustakaan desa tersebut akan mendapatkan bantuan sarana dan prasarana penunjang layanan perpustakaan dan pengembangan kompetensi SDM pengelola Perpustakaan Desa.

Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie menuturkan program perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangakan potensiny dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan hak azazi manusia. “Program ini bertujuan pula memperkuat peran perpustakaan desa dalam meningkatkan kualitas SDM di lingkuangan sekitar Desa sehingga kemampuan literasi meningkat yang berujung peningkatan kreativitas masyarakat dan kesenjangan informasi,” ucap Bunda Nunung sapaan akrabnya, Senin (22/6/2020).

Dia mengatakan perpustakaan desa yang mendapatkan program berbasis inklusi sosial akan mendapatkan sumber bacaan dan juga akan memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan, yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat. “Dengan upaya tersebut diharapkan performa individu meningkat, sistem dan organisasi perpustakan menjadi kuat, sehingga berdampat pada membaiknya kualitas layanan perpustakaan dan juga pemanfaatannya oleh masyarakat dan secara otomatis akan meningkatkan literasi masyarakat,” jelas mantan Kadispersip Banjarbaru ini.

Dia menyebut program ini kelanjutan dari program beberapa tahun sebelumnya yang dikelola oleh Coca Cola Foundation dan sejak 2 tahun terakhir di lakukan oleh Perpusnas RI dengan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan Kalsel selalu ditunjuk setiap tahunnya. Bunda Nunung menjelaskan tahun ini perpustakaan desa yang mendapatkan bantuan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, berkisaran, 2 hingga 3 perpustakaan desa saja yang diberi bantuan. Dia berharap program ini dapat terlaksana dengan seksama dan akan meningkatkan minat baca sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa cetusnya.

Bagi Bunda Nunung Perpustakaan yang mendapat program tersebut,keberadaan perpustakaan desa akan semakin dirasakan manfaatnya untuk meningkatkan pendapatan dengan memusatkan perpustakaan sebagai ajang pembelajaran dan pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kondisi budaya, alam dan sosial masyarakat. “Semoga ditahun-tahun mendatang semakin banyak lagi perpustakaan desa di Kalimantan Selatan mendapatkan program perpustakaan berbasis inklusi sosial tersebut,” tandasnya.

jejakrekam.com