Permudah Akses Dunia Literasi, Dispersip Kalsel Gelar Pelatihan Perpustakaan Berbasis TI

Perkembangan teknologi informasi (TI) yang begitu pesat, turut diikuti bidang perpustakaan yang mengembangkan layanannya, agar dapat diakses secara cepat dan mudah.

Hal ini membuat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), gencar membina dan bermitra dengan Dispersip di kabupaten/kota, guna dapat meningkatkan layanan di daerah.

Di antaranya lewat pelatihan bersama pemateri dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), yang berlangsung selama dua hari (24—25 Februari 2021).  “Perpustakaan berbasis teknologi harus terus kita upayakan, agar dapat menjangkau luas semua lapisan masyarakat dan mempermudah aksesnya terhadap dunia literasi,” papar Kepala Dispersip Kalsel, Hj. Nurliani, saat memberikan sambutan dan membuka pelatihan di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin.

Kepala DIspersip
Kepala Dispersip Kalsel membuka pelatihan perpustakaan berbasis TI

Ia menjelaskan, perpustakaan berbasis TI tentu membutuhkan SDM berkompeten, sehingga dengan pertemuan ini, Kepala Dispersip Kalsel berharap, dapat membuka wawasan para peserta, agar dapat meningkatkan minat baca masyarakat di wilayahnya masing-masing.

“Selain SDM, kita juga mendukung dengan menyediakan Dana Alokasi Khusus, untuk menunjang sarana prasarana. Secara langsung ke masyarakat kita juga punya perpustakaan berbasis inklusi sosial, agar dapat menunjang akses masyarakat desa ke perpustakaan secara manual atau digital,” ungkap Drs. Renus Siboro, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, usai memberikan materi.

Ditambahkannya, selama tahun 2021 saja, pihaknya telah mengembangkan sekitar 450 perpustakaan desa se-Indonesia, yang diberikan perangkat keras dan lunaknya, untuk dapat bertransformasi, guna mempercepat akses pengetahuan di desa.  Selain dihadiri perwakilan dari 13 Dispersip kabupaten/kota, turut hadir langsung tiga Kepala Dispersip, yakni dari Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, dan Tanah Laut.

Pihaknya selalu berupaya untuk mengembangkan layanan di daerah, untuk lebih mendekatkan akses pengetahuan kepada masyarakat. Namun memang pihaknya akui, di pedesaan masih ada yang terkendala jaringan.

“InsyaAllah siap, kita punya tenaga TI, pustakawan juga ada. Untuk perpustakaan desa, kita kadang terkendala jaringan, seperti tahun kemarin, perpustakaan di salah satu desa menjadi perpustaan terbaik kedua se-Kalsel dalam pengelolaanya, namun masih terkendala jaringan jika dikembangkan berbasis teknologi informasi,” ujar Rhoedy Erhansyah, Kepala Dispersip Tanah Laut, di waktu yang sama.

kepala dispersip Kalsel

sumber:jurnalkalimantan.com