Perkuat Literasi, Dispersip Kalsel Jalin Kolaborasi dengan Polda Kalsel

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan Nurliani Dardie bersama Sekretaris Dinas M Ramadhan mengunjungi Polda Kalsel, Senin (16/3/2021). Mereka diterima langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto didampingi Koorspripim AKBP Ernesto Saiser.

Nurliani memberikan apresiasi langsung kepada Kapolda Kalsel dan jajaran yang telah sukses menjalankan amanah pengamanan pelaksanaan pemilu kepala daerah di Kalsel dan pendisiplinan masyarakat dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kita juga melaporkan kepada pak Kapolda Kalsel, bahwa Dispersip Kalsel telah bekerjasama dengan Polri, TNI, Dosen serta mahasiswa Fakultas Islam Uniska serta unsur media massa perihal pelaksanaan wisata literasi ke Desa Belangia, Aranio,” ujar Bunda Nunung sapaan akrabnya.

Selain itu, Dispersip Kalsel juga menyampaikan permohonan kepada Kapolda berkenan menjadi narasumber dalam acara talkshow virtual dengan empat tema yang diusulkan dengan waktu yang disesuaikan dengan kegiatan Kapolda Kalsel. “Kami juga mengundang bapak Kapolda kiranya berkenan berkunjung ke Perpuspalnam untuk melihat Layanan Perpustakaan yang telah berubah agar semakin menarik pemustaka untuk datang membaca buku di perpustakaan,” harapnya.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Rikwanto bersedia untuk menjadi narasumber dalam Webinar yang akan diselenggarakan Dispersip Kalsel. “Kami mengapresiasi semangat Kadispersip dan jajaran untuk selalu meningkatkan kinerja minat baca di masyarakat apalagi telah ada buku secara digital yaitu e-Kalsel yang sangat memudahkan masyarakat membaca buku dimanapun dan kapanpun,” jelasnya.

Rikwanto mengajak kepada seluruh masyarakat Banua agar semakin rajin membaca karena membaca itu menambah pengetahuan. “Dengan menambah pengetahuan kita menjadi pintar dan kita bisa menghadapi masa depan kita yang lebih baik lagi,” katanya.

Selanjutnya Kadispersip dan Kapolda Kalsel sepakat melakukan kolaborasi dan sinergisitas dalam membangun budaya literasi masyarakat Banua dengan program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, salah satunya melalui mobil dan trail perpustakaan ke daerah sungai dan pesisir di desa-desa. Dengan demikian mendekatkan masyarakat dengan buku-buku yang bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan.

Sumber:starbanjar.com