Peringati Hari Sumpah Pemuda, Dispersip Kalsel Gelar Talkshow Virtual

Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93 Tahun 2020, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan menggelar talkshow virtual “Pemuda dan Literasi”, Banjarmasin, Senin (26/10). Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, saat ini literasi persatuan sangat dibutuhkan dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Tanpa literasi persatuan tidak mungkin kita bisa berjuang bersama-sama dan tidak mungkin kita bisa bangkit bersama-sama karena modal yang paling utama adalah literasi persatuan,” katanya.

Bunda Nunung (sapaan akrabnya) mengatakan hakikat literasi persatuan sudah ditunjukkan oleh para pemuda pada 92 tahun yang lalu. “92 tahun yang lalu anak-anak muda Indonesia menyadari akan pentingnya komitmen bersatu di tengah perbedaan yang ada. Kesadaran itu muncul karena persoalan keagamaan, cinta tanah air dan untuk menjalankan kebajikan yang bersifat universal,” jelasnya.

Sementara, salah satu Narasumber Talkshow Virtual, Danrem 101/Antasari Brigjend TNI Firmansyah menyatakan ditengah pandemi COVID-19 saat ini, kemampuan membaca dan menulis serta mengolah informasi (literasi) sangat diperlukan, terlebih informasi tentang kesehatan. “Jika masyarakat dengan tingkat literasi rendah akan lebih berat menghadapi virus corona. Literasi diperlukan dalam tindakan untuk mengatasi masalah kehidupan, meningkatkan kualitas hidup, dan memperbaiki kesejahteraan,” katanya.

Firmansyah juga menjelaskan literasi yang rendah bisa berdampak kepada perilaku, sehingga bisa berisiko dan memperburuk kesehatan. Ia mengingatkan, agar jangan panik dan gunakan nalar kritis dalam melihat, mendengar dan membaca informasi tentang Covid-19. “Mencari tahu secara mendalam cara mencegah, menghindari dan mengobati jika terpapar. Bantu kerja Satgas COVID-19 dengan bersikap ramah, peduli dan empati pada dokter, tenaga medis, TNI-Polri, termasuk kepada pasien dan jenazah COVID-19,” jelasnya.

Acara yang diikuti sekitar 500 peserta tersebut juga menghadirkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, M. Syaripuddin dan Rektor sekaligus guru besar sosiologi agama UIN Antasari Banjarmasin Prof Dr H Mujiburrahman MA sebagai narasumber.

abdipersadafm.co.id