Penuhi Permintaan, Dispersip Kalsel Usung Tema Anggrek di Sedaring ke-18

Sejak zaman dahulu, bunga telah digunakan sebagai alat untuk mengungkapkan berbagai perasaan, dari senang, sedih, cinta, dan lainnya, serta digunakan saat kegiatan penting, seperti pesta perkawinan, upacara kematian, adat dan sebagainya. Bunga juga merupakan salah satu jenis tanaman yang paling banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias, salah satu jenis yang sudah populer dan banyak penggemarnya, adalah krisan, melati, mawar, dahlia, gladiol, dan anggrek.

Mengangkat tema “Anggrek Nusantara (Menggali Kekayaan, Keindahan, dan Potensi untuk Kesejahteraan Bangsa), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), akan menggelar lagi seminar daring (sedaring) yang ke-18, Rabu ini (21/10/2020), sebagai bentuk nyata transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang telah digalakkan. “Kita seperti tidak kehabisan ide untuk melakukan gebrakan demi gebrakan, untuk menggiatkan literasi di Banua kita yang tercinta. Tema ini diangkat, atas permintaan dari beberapa peserta yang telah mengikuti gelar wicara virtual Dispersip Kalsel,” papar Dra. Hj. Nurliani, M.AP., Kepala Dispersip Kalsel, melalui siaran persnya.

Menurutnya, anggrek merupakan bunga yang unik, selain karena keharuman dan pesonanya yang tahan lama, serta keharuman bunganya, anggrek juga dinilai penuh dengan legenda dan cerita di balik keeksotisannya. “Sayangnya, anggrek mendapat reputasi sebagai ‘tanaman yang sulit dirawat’, padahal kenyataannya, tanaman ini paling cocok tumbuh di negara kita yang beriklim tropis,” tambah Bunda Nunung, panggilan akrab Kadispersip Kalsel.

Mengupas hal tersebut, pihaknya akan menghadirkan tiga pembicara, yakni Dr. Dewi Sukma, S.P., M.Si., selaku Dosen Bioteknologi Tanaman di Institut Pertanian Bogor, yang juga peneliti anggrek nusantara. Pembicara kedua, adalah Ir. Hj. Rodinah, M.S., selaku Dosen Program Studi (Prodi) Agronomi dan Kepala Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, yang banyak bergelut di dalam kultur jaringan anggrek hitam, anggrek tebu, anggrek bulan, serta kultur jaringan pisang talas. Sementara pemateri ketiga, merupakan pemilik perkebunan anggrek Sahaja Orchids Bandung, yang juga Dosen Prodi Agroteknologi di Universitas Winaya Mukti, Sumedang, seorang pemulia tanaman anggrek, Romiyadi, S.P., M.P., yang akan mengisi topik “Teknik Budidaya dan Peluang Sukses Bisnis Anggrek”.

Untuk mengikuti acara ini, bisa menyaksikannya lewat aplikasi zoom, dengan mendaftar terlebih dahulu melalui tautan http://bit.ly/REGPESERTA-ANGGREKNUSANTARA atau melalui media sosial youtube Dispersip Kalsel.

jurnalkalimantan.com