Pentingnya Penyelamatan Arsip di Kalsel Pascabanjir

Guna mengambil langkah-langkah strategis terhadap dampak kerusakan akibat banjir, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), akan menyelenggarakan Seminar Nasional Penyelamatan Arsip Akibat Banjir.

Kegiatan yang siap digelar secara dalam jaringan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (17/03/2021), dengan narasumber dari ANRI, dan mengundang para pengelola lembaga kearsipan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Kalsel, hingga satuan kerja perangkat daerah terkait lainnya.  “Kami akan melaksanakan webinar yang ke-24 kalinya selama pandemi. Walau wabah masih ada, tidak membuat tujuan dan target kami berubah, hanya strategi saja yang menyesuaikan dengan situasi dan kondisi,” ungkap Kepala Dispersip Kalsel, Hj. Nurliani, melalui siaran persnya, Selasa (02/03/2021).

Webinar ini dinilainya sangat urgen, di samping untuk merespon secara cepat untuk menanggulangi kerusakan arsip akibat banjir yang baru terjadi, juga mengantisipasi manakala terjadi bencana lagi nantinya. Hal ini dilakukan, karena arsip merupakan aset berharga bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Keberadaan arsip sendiri tersebar di seluruh pencipta arsip, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Arsip juga menunjukkan hak-hak keperdataan rakyat, sehingga keberadaannya harus diamankan, dilindungi, dan diselamatkan.

Sebagaimana diamanatkan Pasal 34 Ayat 6 Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, dijelaskan terkait penyelamatan arsip akibat bencana yang tidak dinyatakan sebagai bencana nasional, dilaksanakan oleh pencipta arsip, arsip daerah provinsi, dan/atau arsip daerah kabupaten/kota yang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Sumber:Jurnalkalimantan.com