Pengunjung I-Kalsel Melonjak, Kadispersip: Kami Bertahap Menambah Koleksi E-Book

Perpustakaan Palnam yang berada di bawah pengelolaan Dispersip Kalsel sementara waktu ditutup akibat imbas dari pandemi Covid-19 di Kalimantan Selatan. Meskipun Perpusda Palnam ditutup, Dispersip Kalsel memberikan alternatif bagi masyarakat untuk membaca. Yaitu melalui layanan iKalsel sebagai alternatif bagi pengunjung untuk mengakses buku.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejak penutupan Perpustakaan Palnam pada pertengahan Maret 2020, praktis pengunjung iKalsel mengalami lonjakan. Pada 23 Maret 2020 saja, kunjungan di iKalsel melonjak tajam hingga 41 kunjungan. Selanjutnya, jumlah kunjungan pun fluktuatif. Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie, menjelaskan kunjungan di aplikasi iKalsel meningkat sebagai imbas diberlakukannya work from home (WFH) bagi sejumlah kalangan.

“Pengunjung dapat mengakses buku di iKalsel di manapun dan kapanpun,” ungkap Bunda Nunung sapaan akrabnya kepada jejakrekam.com, Sabtu (4/4/2020). Perlu diketahui, iKalsel telah diluncurkan dua tahun silam oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. Namun, diakui Bunda Nunung, keberadaannya benar-benar bermanfaat dua tahun kemudian apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini. “Sekarang baru terasa bahwa iKalsel juga harus menjadi prioritas, tidak kalah penting dibanding koleksi buku secara konvensional,” ujar mantan Kadispersip Kota Banjarbaru ini.

Total koleksi iKalsel sendiri berjumlah 1.318 judul, di mana dalam satu judul terdapat 4 eksemplar. Jika ditotal, maka ada 5.272 koleksi buku yang bisa diakses di iKalsel. “Ke depan semoga wabah Covid-19 cepat berlalu dan memang sudah saatnya kami bertahap menambah koleksi iKalsel, karena memang sudah saatnya mempermudah akses layanan. Supaya bisa diakses dari mana saja dan kapan saja tanpa harus repot-repot datang dan mengembalikan buku ke Palnam,” tutup dia.

jejakrekam