Pengunjung Apresiasi Perpus Palnam Dibuka Kembali

Setelah hari pertama dibuka pada 6 Juli 2020 sejak selama 105 hari ditutup, layanan Perpus Palnam dan Tendean dikunjungi sebanyak 80 pemustaka pada hari kedelapan ini sehingga rata-rata selama buka setelah tutup adalah 75 orang per hari.

Seorang pengunjung Nor Hayati beralamat Handil Kalua Gambut Kabupaten Banjar yang baru lulus dari tingkat SLTA mengungkapkan rasa sedih saat Perpus ditutup karena hanya Perpus Palnam tempat membaca buku dan mencari informasi untuk masuk kuliah dan mengikuti tes jalur UTBK-SBMPTN 2020. “jika saya ke toko buku ternama di Banjarmasin, saya harus membeli buku dan mengeluarkan uang,” kata Hayati.

Iwan, staf layanan Perpus Palnam mengatakan bahwa di era Kenormalan baru ruang layanan Perpus Palnam menerapkan protokol kesehatan yaitu mewajibkan pengunjung mencuci tangan dengan sabun pada saat datang dan pulang di wastafel yang telah disediakan, pengecekan suhu tubuh menggunakan thermogun, menjaga jarak bangku di ruang baca dewasa dan anak dan menggunakan masker.

“Pengunjung juga hanya di persilahkan duduk dan membaca tanpa harus mencari buku langsung ke rak buku agar buku yang ada di rak tidak banyak tangan yang menyentuhnya dan kami yang berkewajiban mencari buku tersebut,” kata Iwan.

Ditempat terpisah Kadispersip Kalsel Bunda Nunung menyampaikan bahwa Perpustakaan dimasa sekarang telah bertransformasi dengan Inklusi Sosial. “Jadi Perpustakaan bukan hanya tempat untuk membaca namun telah menjelma menjadi tempat berkegiatan, pengembangan budaya, sosial, wadah berdiskusi dan wisata literasi dikalangan masyarakat,” kata Nunung.

jejakbanua.com