Pengungsi di Desa Lok Buntar Inginkan Bantuan Beras

Pemberian bantuan di hari ke empat, oleh pegawai dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), di kecamatan Sungai Tabuk, didapati masih banyak korban banjir yang memerlukan bantuan.

Seperti halnya saat memberikan mi instan dan minyak goreng di Jalan Martapura Lama, beberapa warga meminta bantuan seperti pamper dan air minum.

“Popok adalah popok,” teriak salah satu warga.

Tidak hanya itu, di Desa Lok Buntar, warga juga memerlukan beras untuk dimasak.

Walupun daerah persawahan dan penghasil padi, namun karna penggilingannya yang ikut terendam, mengakibatkan warga tidak dapat mengoperasikannya untuk menghasilkan beras.

“Makan mi aja dari kemarin, beras tidak ada bu,” keluh Fahruraji, salah satu pengungsi di Desa Lok Buntar, Senin (18/01/2021).

Sungai Tabuk

Sementara itu, mobil yang membawa bantuan beras dari Tim Dispersip Kalsel harus terhenti di tengah jalan, akibat tergenang melebihi batas ketinggian mobil, hingga hanya mobil oprasional Kepala Dispersip Kalsel, yakni Pajero Sport yang dapat sampai ke titik penjemputan kelotok.

“Kami membawa mobil operasional tiga buah, namun hanya satu mobil yang bisa sampai, padahal beras ada di mobil yang tertinggal,” sesal Kepala Dispersip Kalsel, Hj. Nurliani.

Ditambahkan Bunda Nunung (sapaan Hj. Nurliani), pihaknya akan mengupayakan bantuan beras dapat disalurkan pada warga di pengungsian tersebut.

Sumber : jurnalkalimantan.com