Pengelola Perpustakaan SMA Dapat Insentif Dari Dispersip Kalsel

Pengelola perpustakaan SMA mendapatkan insentif yang dibagian Dinas Perpustakan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Jum’at (19/6/2020).

Sedikitnya ada 40 SMA di 8 Kabupaten, yakni Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, Tanah Laut dan Tanah Bumbu. Pembagian insentif ini sebagai apresiasi atas pengelolaan perpustakaan sekolah dari buku yang dipinjamkan Dispersip Kalsel dalam program LTPS (Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah). Hj Norlita dan Nu’zahan salah satu pengelola perpustakaan yang menerima insenstif merasa bersyukur menerima insentif dari Dispersip Kalsel.

Mereka berdua merasa senang dengan adanya ada peminjaman buku LTPS tersebut, karena menambah koleksi buku dan wawasan karena buku yang dipinjamkan masih tergolong baru. “Kegiatan ini atas kerjasama dengan Dispersip beberapa kabupaten yang menentukan sekolah mana saja yang menerima program layanan terpadu perpustakaan sekolah,” kata Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie. Dia mengatakan program LTPS telah dijalankan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, salah satu tujuannya adalah meminjamkan buku dari perpustakaan kalsel kepada sekolah yang ditunjuk oleh perpustakaan kabupaten. Bunda Nunung sapaan akrabnya menyebut pengelola perpustakaan melakukan roling buku selama 6 bulan sekali dan pengelola perpustakaan sekolah diberikan insentif Rp 150.000 per orang setiap bulan.

“Ada yang berstatus ASN dan non ASN, hal ini sebagai program mendekatkan buku ke sekolah dengan berbagai bahan bacaan yang terbaru dan selama 6 bulan. Agar sirkulasi buku di sekolah tersebut tidak membosankan dibaca oleh pemustaka khususnya siswa,” ucap mantan Kadispersi Banjarbaru ini.

Di masa yang akan datang, tambahnya perpustakaan daerah kabupaten dan kota dapat mengajukan tambahan program LTPS. “Dengan syarat sekolah sudah mempunyai perpustakaan dan pengelola perpustakaan atau pustakawan, belum pernah menerima bantuan LTPS satu tahun sebelumnya dan akses jalan menuju sekolah bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujar Bunda Nunung. Dia berharap program LTPS ini bisa memacu kabupaten kota dalam hal pengembangan layanan perustakaan sekolah tingkat SMP, SD dan desa di masing-masing daerah untuk diberikan insentif bagi pengelolanya dengan mendekatkan buku terbaru agar dapat memotivasi pengelola perpustakaan masing-masing dari alokasi APBD.

jejakrekam.com