Pendemi, Bukan Hambatan Untuk Dongkrak Literasi Di Banua

Adanya kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi meski membuat terbatasnya ruang gerak sosial masyarakat. Namun, bukan jadi hambatan Perpustakaan Nasional  untuk meningkatkan Literasi di masyarakat khususnya di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kasel, Rabu (24/2/2021). Menggelar workshop manajemen perpustakaan berbasis informasi teknologi bagi pejabat, pustakawan dan pengelola perpustakaan se Kalsel.

Hal ini tak lain untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten untuk memberikan layanan prima sebagaimana kondisi normal mengembangkan inovasi literasi digital. “Perpustakaan berbasis teknologi harus terus kita upayakan untuk menjangkau luas semua lapisan masyarakat dan mempermudah aksesnya terhadap dunia literasi,” Kata Kepala Dispersip Kalsel, Hj. Nurliani, saat memberikan sambutan dan membuka pelatihan di salah satu hotel di Banjarmasin.

Sementara Selain SDM dalam hal ini Perpustakaan Nasional juga siap menyediakan Dana Alokasi Khusus, untuk menunjang sarana prasarananya di Kalsel. Pernyataan itu, disampaikan langsung Drs. Renus Siboro, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Ia menyatakan selama tahun 202, pihaknya telah mengembangkan sekitar 450 perpustakaan desa se-Indonesia untuk bertransformasi, guna mempercepat akses pengetahuan di desa.

“Secara langsung ke masyarakat kita juga punya perpustakaan berbasis inklusi sosial, agar dapat menunjang akses masyarakat desa ke perpustakaan secara manual atau digital,” ungkapnya.

Di sisi lain, meski Perpustakaan Nasional belum menargetkan waktu dari 13 Kabupaten/Kota di Kalsel segera menerapkan perpustakaan berbasis informasi teknologi karena belum semua wilayah bisa mendapatkan akses internet yang baik. “Kalau kita siap memfasilitasi untuk kemajuan perpustakaan daerah, namun tidak ada terget karena tergantung kebijakan daerah masing-masing, yang siap kita bantu,” terangnya.

Program ini pun, nampaknya disambut baik oleh perpustakaan daerah yang ada di Kalsel salah satunya Dispersip Tanah Laut.

Rhoedy Erhansyah, Kepala Dispersip Tanah Laut ini mengaku siap dengan perpustakaan berbasis informasi teknologi demi semakin majunya literasi di daerahnya. “Kalau kami siap, SDM sudah ada, namun yang masih terkendala masih ada sejumlah wilayah yang kesulitan jaringan internet, tapi kita upayakan agar semua desa diwilayah kami bisa menikmati inovasi perpustakaan ini,”tegasnya.

Selain dihadiri perwakilan dari 13 Dispersip kabupaten/kota, turut hadir langsung tiga Kepala Dispersip, yakni dari Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, dan Tanah Laut.

Workshop ini mengusung tema: “Manajemen Perpustakaan Berbasis Informasi Teknologi”  dihelat selama 2 hari, 24 hingga 25 Februari dengan menghadirkan dua pejabat Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI sebagai narasumber dan diikuti 75 perserta.

sumber:rri.co.id