Pemusnahan Arsip Diapresiasi Gubernur

Pemusnahan 48.000 arsip, sekaligus yang terbesar dilakukan dispersip, diapresiasi Pemprop Kalsel. Apresiasi disampaikan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Setdaprov Kalsel, Fathurrahman, yang mewakili Plt Gubenur saat menghadiri pemusnahan di Depot Arsip Kalsel, Banjarbaru, Selasa (17/11). “Memiliki manajemen kearsipan yang baik, salah satu faktor penting dalam tata kelola pemerintah daerah,” ujar Fathurrahman.

Karena peran arsip, sambungnya, sebagai rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Oleh sebab itu, kita harus memandang arsip sebagai sumber informasi penting, yang tata cara dan pengelolaannya harus diatur dan diterapkan dengan baik,” jelasnya.

Dalam perjalanannya, lanjut Fathurrahman, penyelenggaraan pemerintahan akan menghasilkan arsip-arsip yang setiap tahun bertambah banyak. Sehingga memerlukan manajemen pengelolaan arsip.

Salah satu tahapan dalam manajemen kearsipan, penyusutan. Yaitu kegiatan mengurangi jumlah arsip dengan cara memindahkan arsip yang sudah jarang digunakan unit pengolah ke unit kearsipan. Menyerahkan arsip yang bernilai guna dari unit kearsipan instansi ke lembaga kearsipan, dan memusnahkan arsip yang tidak lagi memiliki nilai kegunaan baik bagi instansi pencipta. “Penyusutan arsip dalam bentuk pemusnahan,  salah satu cara untuk mengurangi jumlah arsip. Sehingga tercipta efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan kearsipan di instansi,” tandasnya.

Selain itu, imbuhnya, kegiatan ini juga penting dalam rangka menyelamatkan arsip yang bernilai guna sekunder, setelah dilakukan penilaian Dispersip Kalsel. Fathurrahman berharap, dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya manajemen kearsipan yang baik bagi seluruh satuan kerja perangkat daerah di lingkungan pemerintahan, terkhusus di Provinsi Kalsel.

banuapost.co.id