PEMENANG LOMBA MENULIS
UNTUK GURU-GURU TENTANG PERPUSTAKAAN SEKOLAH TAHUN 2020

JUARANAMA PENULISSEKOLAHJUDUL TULISAN
1Dian MardhikaSMAN 1 KotabaruPerpustakaan Sebagai Ruang Instalasi Darurat Literasi
2Abdul SalamSMKN 3 BanjarbaruEksistensi Perpustakaan Versus Media Sosial
3BadrudinSMAN1 Rantau BadauhElegi dari Tumpukan Buku Berdebu, Sebuah Narasi Historis Perpustakaan SMAN1 Rantau Badauh, Barito Kuala, Tahun 1994-2020

PEMENANG DOORPRIZE LOMBA MENULIS
UNTUK GURU-GURU TENTANG PERPUSTAKAAN SEKOLAH TAHUN 2020

NO.NAMASEKOLAHJUDUL TULISAN
1TaufikurrahmanMAN 2 BanjarmasinGLS dan Peran Strategis Perpustakaan Sekolah
2Ratih Ayu NingrumSMAN 1 KotabaruPerpustakaan Sekolah: Tonggak Awal Pusat Sumber Belajar
3Risa LisdarianiSMAN Banua KalselTanpa Gawai Perpustakaan Ramai
4Herman NoviyandiSDN 1 Sungai BesarPerpustakaan dan Guru Penumbuh Literasi
5Lutfi Pratama PutraMA NU ASY-Syafi’iyah AlabiPemanfaatan Perpustakaan Sekolah Melalui Kegiatan Reading With Love Untuk Menunumbuhkan Minat Baca Siswa Di MA NU ASY-Syafi’iyah Alabio
6M. ZainiSDTQ-T An-NajahSekolah Sakit?

KEPUTUSAN TIM JURI LOMBA

Pada Kamis, 28 Mei 2020, pukul 23.00-24.30 Wita, Tim Juri Lomba Menulis tentang Perpustakaan Sekolah telah mengadakan pertemuan daring untuk menjaring dan memutuskan calon juara. Setelah mempertimbangkan berbagai persyaratan dan kriteria penilaian naskah, Tim Juri memutuskan naskah-naskah berikut sebagai juara.

Juara 1 jatuh pada naskah nomor 61 yang berjudul “Perpustakaan Sebagai Ruang Instalasi Darurat Literasi” karya Dian Mardhika dari SMAN 1 Kotabaru.

Juara 2 diraih oleh naskah nomor 27 yang berjudul “Eksistensi Perpustakaan Versus Media Sosial” karya Abdul Salam dari SMKN 3 Banjarbaru.

Juara 3 dimenangkan oleh naskah nomor 54 yang berjudul “Elegi dari Tumpukan Buku Berdebu, Sebuah Narasi Historis Perpustakaan SMAN1 Rantau Badauh, Barito Kuala, Tahun 1994-2020” karya Badrudin dari SMAN1 Rantau Badauh, Barito Kuala.

Keputusan Tim Juri tidak dapat digugat dan panitia tidak melayani surat-menyurat atau sanggahan keberatan terkait dengan keputusan ini.

Banjarmasin, 6 Juni 2020

CATATAN PERTANGGUNGJAWABAN JURI

Tim Juri terdiri atas tiga orang dengan latar belakang yang berbeda, yaitu praktisi jurnalistik, akademikus filsafat dan seni, dan dosen bahasa dan sastra Indonesia. Mereka adalah Randu Alamsyah (Radar Banjarmasin), Sumasno Hadi (Prodi Sendratasik FKIP ULM), dan Sainul Hermawan (Prodi PBSI FKIP ULM). Kami bekerja menghadapi naskah tanpa nama pengarang agar kerja kami fokus pada apa yang ditulis bukan kepada siapa yang menulis. Panitia telah menghapus seluruh nama peserta dari naskah dan menggantinya dengan nomor naskah. Latar belakang juri yang berbeda menjadi tantangan tersendiri dalam proses penilaian. Randu Alamsyah yang berlatar belakang sebagai praktisi pers cenderung menyukai tulisan bernada populer. Sementara Sainul Hermawan yang berlatar ilmu bahasa dan sastra cenderung ketat memegang kaidah penggunaan bahasa. Untunglah ada Sumasno Hadi yang terbiasa berpikir bijaksana karena latar belakang ilmu filsafat dan seninya. Akhirnya, kedua juri bisa berdamai menerima pilihan-pilihan yang kadang sulit didamaikan. Namun, setelah diskusi dari selama beberapa hari, kami menemukan titik temu.

Berikut ini catatan setiap juri atas naskah juara dalam kaitannya dengan 85 naskah yang lain. Dari 80-an sekian naskah-tulisan lomba yang masuk, sebagian besar kurang memiliki daya tarik karena persoalan narasi tulisan yang datar, kaku dan kering. Misalnya, pada naskah-naskah “semi ilmiah”, dengan segala bentuk subbab latar belakang, rumusan masalah dan sejenisnya. Padahal, lomba ini ingin mencari tulisan berbahasa Indonesia yang tidak hanya baik dan benar, tapi juga sekaligus menarik. Lebih mendasar, banyak pula peserta lomba yang tidak fokus pada topik tulisan yang telah ditentukan panitia. Selain itu, juga banyak ditemukan naskah yang performa tulisannya tidak maksimal. Hal ini nampak, misalnya, pada bentuk penyusunan paragraf-paragraf yang tidak koheren materi gagasannya.

Dari seluruh naskah lomba yang kami amati bahwa naskah Nomor 61 patut diberikan peringkat tertinggi. Tentu bukan karena naskah ini yang paling sempurna tanpa cela. Berdasarkan pada tiga kriteria penilaian (penggunaan bahasa, kejelasan isi atau sistematika, dan daya tarik), naskah ini cenderung baik nilainya. Kemampuan berbahasa yang baik telah mampu dinarasikan naskah ini, sehingga terbentuklah sistematika tulisan yang jelas, runtut, argumentatif, dan koheren. Makanya, naskah ini berhasil menyampaikan ide, pesan, serta materi tulisan secara proporsional. Selain bahasanya yang baik, daya tarik naskah ini ada pada kemampuan pembahasan materi yang berdasar pada wacana atau teori yang aktual tentang literasi. Kadar ilmiah naskah ini juga cenderung baik, dengan menunjukkan sumber-sumber wacana/teori yang relevan.

Selain naskah 61, naskah terbaik lainnya adalah Nomor 27. Dari penggunaan bahasa yang baik, naskah ini mampu menghadirkan problem-problem literasi yang aktual secara diskursif, sekaligus menawarkan solusi-solusinya. Dengan bentuk tulisan semi-ilmiahnya, naskah ini tidak terjatuh pada narasi yang kaku. Artinya, tulisan dalam naskah ini mampu menggunakan teknik berbahasa secara benar sekaligus menarik.

Selain itu, naskah Nomor 54 adalah terbaik lainnya. Pada naskah ini, aspek sejarah perpustakaan sekolahnya sebagai fokus tulisan digarap secara baik. Melalui penggunaan bahasa yang cukup “aman” membuat narasi naskah ini menjadi jelas dan mengalir lancar. Detail catatan sejarah perpustakaan sekolah yang mampu dinarasikan secara konseptual-tematik adalah nilai penting dari naskah ini.

Selain ketiga juara tersebut kami juga diminta untuk memilih 6 naskah penerima hadiah hiburan. Keenam naskah tersebut sebagai berikut:

  1. Naskah Nomor 16 berjudul “GLS dan Peran Strategis Perpustakaan Sekolah” karya Taufikurrahman dari MAN 2 Kota Banjarmasin.
  2. Naskah Nomor 28 berjudul “Perpustakaan Sekolah ; Tonggak Awal Pusat Sumber Belajar” karya Ratih Ayu Ningrum dari SMAN 1 Kotabaru.
  3. Naskah Nomor 32 berjudul “Tanpa Gawai Perpustakaan Ramai” karya Risa Lisdariani dari SMAN Banua Kalsel.
  4. Naskah Nomor 55 berjudul “Perpustakaan dan Guru Penumbuh Literasi” karya Herman Noviyandi dari SDN 1 Sungai Besar.
  5. Naskah Nomor 74 berjudul “Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Melalui Kegiatan Reading With Love Untuk Menunumbuhkan Minat Baca Siswa Di MA NU ASY-Syafi’iyah Alabio” karya Lutfi Pratama Putra dari MA NU ASY-Syafi’iyah Alabi.
  6. Naskah Nomor 84 berjudul “Sekolah Sakit ?” karya M.Zaini dari SDTQ-T An-Najah.

Demikian laporan ini kami sampaikan. Selamat kepada para juara dan penerima hadiah hiburan. Tetap semangat bagi yang belum.

Banjarmasin, 4 Juni 2020

Tim Juri
Sainul Hermawan
Sumasno Hadi
Randu Alamsyah